Coach Aries Herman van UNAIR & NSA, Surabaya

Cara bicaranya kalem, sikap dalam pelatihannya termasuk lembut, namun toh deretan prestasi tak henti-henti diraihnya bersama anak-anak didik yang terlihat akrab dengan pelatih yang satu ini. Dialah coach Aries Herman atau yang biasa disapa coach Ary.

Prestasi pelatih yang saat ini melatih di UNAIR dan SMA NSA Surabaya ini pertama saya dengar sekitar 10 tahun yang lalu dan kemudian kemampuan melatihnya menjadi perbincangan di antara teman-teman pelatih setelah bersama UNAIR berhasil menjadi juara nasional LIMA 2013/2014. Prestasi moncer di tingkat nasional untuk sebuah perguruan tinggi negeri di tengah kancah PTS yang kita ketahui memiliki support & ambisi lebih besar untuk berprestasi.

Screenshot_20200702-004608

Tidak hanya sampai di situ, hingga saat ini secara “rutin” tim asuhan coach Aries Herman mencetak berbagai prestasi baik untuk level SMP, SMA dan Perguruan tinggi.  Anak didiknya bukan hanya memperkuat tim sekolah di Surabaya, tapi juga memperkuat tim Surabaya, Jawa Timur, lalu TIMNAS Basket Indonesia dan membawa mereka bertanding di berbagai event internasional di luar negeri (Piala Asia, Sea Games, dll) dan di dalam negeri (LIMA Nasional, Campus League, Kejurnas, Pra PON, PON, NBL, IBL, WNBL, Merpati Cup dll). Pelatih dan anak basket mana yang tak pernah mengimpikan prestasi semacam ini?

Prestasi ini kontan menarik perhatian beberapa klub besar IBL untuk menjadikannya Pelatih Kepala, namun yang mengherankan, semua ditolaknya dengan alasan ingin fokus dan terlanjur cinta dengan tempatnya melatih terdahulu, di kampus dan level SMA. Ha ha ha… beberapa teman pelatih sampai menggeleng-gelengkan kepala melihat bagaimana bersahajanya pelatih yang satu ini.

“Dia berat meninggalkan ikan louhan-nya, Pi” kelakar Audy Pahala pada saya. Coach Audy atau kondangnya Bang Jack, (sahabat coach Ary, adalah pelatih basket senior asal Tanggerang, Banten) yang sudah melanglang buana melatih kemana-mana dan baru-baru ini berhasil membantu tim 3X3 Putri Sumatera Barat lolos ke PON di Papua nanti.

Kejadian ini lantas menarik rasa ingin tahu LATIHANBASKET.COM dan ingin segera menuliskan meski hanya secuplik kisah tentang coach Ary. Berprestasi di Surabaya dan Jawa Timur yang adalah salah satu panggung utama basket nasional tidaklah mudah, lalu apa yang bisa membuat pelatih bertangan dingin ini bisa konsisten melahirkan tim dan pemain yang berkualitas, berikut ini hasil wawancara LATIHANBASKET.COM dengan coach Ari, yang mungkin bisa diteladani rekan pelatih muda dan anak-anak basket tanah air.

Pertama, menurut coach Ary adalah menumbuhkan kecintaan dan komitmen anak-anak asuhnya untuk berlatih. “Bukan hanya cinta basket”, katanya. “Banyak anak yang cinta basket tapi buktinya malas berlatih. Ini tidak benar. Jadi yang harus ditumbuhkan adalah komitmen dan kecintaan berlatih basket” ujarnya mantap.

Kedua, footwork adalah landasan bermain basket terpenting. Durasi terbanyak berlatih basket dengan coach Ary adalah latihan untuk kaki dan pergerakan. Setelah yakin kaki anak-anak didiknya kokoh, seimbang, lincah dan cepat, skill yang lain akan jauh lebih baik dan maksimal dibanding jika footwork mereka jelek. Semua latihan skill mubazir saja jika dasar footwork anak-anak belum mapan ujarnya.

Ketiga, repetisi dan adjustmen adalah kata kunci untuk mengembangkan kemampuan technical skill dan tactical skill. Repetisi artinya perulangan latihan lalu setiap perulangan harus membuat anak-anak tampil lebih baik. Kuncinya, adjustment. Penyesuaian dan perbaikan yang diberikan untuk anak-anak ketika berlatih. Di sinilah imbuhnya, perbedaan satu pelatih dengan yang lainnya terletak. Hasil pengamatan yang tajam akan memudahkan pelatih memperbaiki detail-detail penting pada skill anak-anak, jika tidak hanya buang-buang waktu berlatih.

Keempat, fokus. Inilah yang sangat terlihat pada cara pelatihan coach Ary. Fokus pada anak didik, yang membuatnya menolak banyak tawaran klub-klub besar. Ia ingin menuntaskan program pelatihannya dan tidak mau meninggalkan anak-anaknya di tengah-tengah perjalanan. Bukti tanggung jawab dan integritas sebagai pelatih.

Empat hal itu lah yang menjadi aspek utama pelatihan basket sebagaimana disampaikan coach Ary kepada LATIHANBASKET.COM. Obrolan panjang dan bertubi-tubi dengan coach Ary semakin mengesankan saja. Lewat track & scouting yang dilakukan tim riset LATIHANBASKET.COM sebelumnya, kami menilai bahwa dengan konsistensi prestasi, passion dan integritas personalnya, coach Ary yang sejak belasan tahun yang lalu memutuskan untuk menjadi pelatih basket full timer (bukan sekedar pelatih paruh waktu, yang kerja sambilan atau penyaluran hobi, tetapi secara profesional bekerja dan mencari nafkah dengan melatih basket) sangat layak untuk diberikan kesempatan bukan hanya di level daerah Jawa Timur atau nasional, namun juga untuk melatih di Tim Nasional untuk event level internasional.

Hasil pelatihan oleh coach Ary bukan hanya menghasilkan pemain hebat di lapangan tetapi juga di luar lapangan karena ia sangat memperhatikan sejumlah added values, yaitu life skill yang bisa diberikan kepada anak didik lewat proses latihan basket. Pengembangan mental skill, kepercayaan diri, etos kerja keras, respek, kecakapan berkomunikasi dan yang juga penting, filosofi kepelatihan yang selalu dipegang kuat yaitu “membentuk kedewasaan dan kemandirian anak” lewat latihan basket ujarnya.

Ya, bukan hanya pemain hebat, coach satu ini juga telah melahirkan sejumlan pelatih berprestasi misalnya coach muda Dhimas Aniz yang sukses membawa SMAN 2 Surabaya meraih sejumlah prestasi. Coach Dhimas yang akrabnya disapa coach Ublek juga berhasil terpilih menjadi Head Coach tim DBL Allstar yang gemilang pula selama tournya di USA tahun 2019 lalu.

Ada berita menggembirakan kata coach Bayu, salah satu sahabat coach Ary asal Solo, Jawa Tengah, “Kali ini dia mau juga memperluas layanan pelatihan privat untuk anak-anak yang mau mengembangkan skill secara individual.”

ah 002

Ya, pelatih sekelas coach Ary takkan mudah membagi waktu dan tenaganya. Namun kali ini ia bersedia membagikan ilmunya secara privat, yang biar bagaimana akan memberikan hasil berbeda untuk peningkatan skill secara perorangan. Sentuhan tangan dinginnya kontan menarik banyak atensi anak-anak basket dan membuat sejumlah orang tua pebasket kelompok umur berduyun-duyun menghubunginya.

“Kebetulan latihan resmi di kampus dan sekolah belum mulai, saya punya waktu ekstra” jelasnya.

Ya, anak basket Surabaya dan sekitarnya, jangan sia-siakan kesempatan ini ya. Segera saja hubungi coach Ary yang kebetulan bersedia melatih kalian secara intensif dan bahkan mau memberikan nomor kontak pribadinya untuk kalian hubungi.

ah 001

Seandainya saja coach Ary melatih basket 34 tahun yang lalu saat masih bermain, kayaknya akan saya kejar dan minta dilatihnya dah!

Semoga sukses ya coach Aries Herman, jangan lelah membina dan melayani pebasket belia kita.

Skill Challenge Berhadiah dari Amazartist.com

Skill challenge ini terdiri dari 3 kategori. Pertama untuk anak basket tingkat SD, kedua untuk anak basket tingkat SMP dan ketiga untuk anak basket tingkat SMA. Bagaimana gerakannya bisa dilihat dengan meng-klik di sini SKILL CHALLENGE BERHADIAH DARI AMAZARTIST.COM.

Hadiahnya sangat menarik, yaitu 3 buah hoodie seperti pada foto berikut ini.

Hadiahnya 3 hoodies bertulisan thema basket yang dibuat dari kuit asli dan dijahit langsung ke hoodie-nya. Desainnya unik dan “one of a kind”, artinya kalian tidak akan menemukan produk serupa lainnya. Tali leher pada hoodies ini pun terbuat dari kulit sapi asli berkualitas tinggi.

Ketiga hoodies ini adalah produk dari seorang mantan anak basket, Amazia yang kini berwirausaha dengan memproduksi produk karya seni berbahan dasar kulit asli menjadi aneka bentuk produk mulai tas, dompet, jaket dan lain sebagainya. Profil dan beberapa contoh produk bisa dilihat di blognya, AMAZARTIST.COM atau vhannel youtubenya di AMAZIA ART . Mantan anak basket ini juga menjual karyanya di Tokopedia pada link ini Amazia Art.

Cara mengikuti skill challenge ini mudah, kalian hanya perlu melakukan gerakan sesuai contoh pada video berikut ini:

  1. 235 Latihan Ball Control Activities Stationary Dribbling 1 Ball.
  2. 250 Latihan Ball Control Activities Stationary Dribbling 2 Balls.
  3. 251 Latihan Ball Control Activities Partner Activities.

Ketiga video ini ada pada sebuah playlist berjudul SKILL CHALLENGE BERHADIAH. Silakan klik pada nama link yang di-highlight untuk membuka videonya.

Setelah video kalian selesai, kirimkan videonya ke dm pada akun ig LUKISANMOSES . Kami akan memilih 3 pemenang, satu pemenang untuk masing-masing kategori. Semakin bagus videonya, semakin berpeluang kalian menang. Selain para pemenang, kami juga akan memilih 6 peserta yang mendapatkan souvenir gantungan kunci unik bertulisan LATIHANBASKET.COM. Peserta yang belum beruntung, jangan kecil hati ya, minimal kalian sudah mencoba dan berarti juga meningkatkan skill dribel kalian kan?

Ketika mengirimkan video peserta, berarti kalian berarti juga sudah memberi ijin kami untuk memuat video kalian di akun ig lukisanmoses, amaziaartwork, blog latihanbasket.com, amazartist.com, channel youtube Amazia Art dan channel youtube Coach Moses.

Selamat mencoba, semoga skill dribel kalian meningkat ya.

Coach Moses,

DBL Allstar 2017

Berangkat sebagai seorang pelatih basket ke Amerika adalah impian liar yang tidak pernah terbayangkan sebagai pelatih dari daerah luar Jawa. Normalnya perjalanan semacam itu hanya bisa ditempuh oleh pelatih di level timnas atau klub besar yang kaya. Bisa berangkat menuju event pertandingan di pulau Jawa saja sudah girang dan seakan itu saja batasan yang wajar.

Pada tahun 2017 kembali saya mewakili ikut ke DBL Camp di Surabaya. Sedikit berbeda dengan pengalaman tahun sebelumnya, tahun 2017 kami bertemu dengan nama besar seperti coach Aries Herman headcoach UNAIR yang sukses dari Surabaya, dan banyak lainnya termasuk coach Jacky Hatta atau coach BJ, juara di Jakarta dan pelatih nasional yang pada tahun 2014 sempat membimbing saya di sebuah penataran dan penyegaran pelatih lisensi B di Jakarta. Belum lagi para pelatih senior lain dari Sumatera, Sulawesi, Jawa, Bali, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, dll pokoknya dari seluruh Indonesia.

dbl-camp-2017_20171126_145125
DBL Camp 2017. Foto dari Lampung Tribun News.

DBL camp 2017 juga terasa berbeda, lebih rileks karena sudah memiliki pengalaman pada tahun 2016. lihat tulisan sebelumnya tentang DBL Camp 2016. Pada malam hari selepas acara, kami punya waktu luang bertukar pengalaman dengan rekan pelatih se-Indonesia di lobi hotel. Cerita demi cerita pun mengalir, memperkaya pengalaman kami sebagai pelatih.

Di siang harinya kami disibukkan dengan acara padat, diajari oleh tim pelatih dari WBA Australia. Coach Shane Froling , seorang pelatih ternama dari Australia sendiri yang turun tangan membimbing kami. Bersama banyak pemateri lain seperti wasit nasional, psikolog olahraga, kami diajari juga oleh para pelatih dari DBL Academy seperti coach Dimas Muharri dan coach Erwin Triono. Empat hari nan padat materi dan praktek terasa kurang karena menariknya hal-hal baru yang kami peroleh.

Hingga akhirnya tiba hari pengumuman para pemain dan pelatih yang terpilih untuk masuk tim DBL Allstar 2017, hanya karena rejeki dari Tuhan YME, saya ikut terpilih bersama coach Muflih Farhan dari Jakarta, Coach Wahyu Budi  Santoso dari Surabaya dan Coach Daniel dari Bandung.

OR_farewell_dbl_camp_dika_kawengian-132
DBL Allstar 2017. Foto dari mainbasket.com

Setelah menjalani rangkaian kegiatan persiapan baik latihan bersama, scrimmage game melawan beberapa tim dan pertemuan di Konsulat Amerika di Surabaya, tanggal 4 Pebruari 2018 kami berangkat dari bandara Juanda Surabaya kami transit dulu di Singapura dan Taiwan, lantas menuju Los Angeles dan tiba di LA masih tanggal 4 Pebruari 2018 lagi.

Perjalanan dengan rombongan besar seperti ini tidaklah mudah. Untungnya tim didampingi para petinggi DBL seperti pak Doni, coach Erwin Triono, dan para senior belia dari DBL lainnya. Mereka sudah terbiasa membawa tim allstar ke luar negeri setiap tahun dalam 10 tahun ini. satu dekade, itulah salah satu tag yang tercantum logo DBL yang kami kenakan. Terasa istimewa.

Wajah anak-anak allstar sumringah tanpa lelah. Energi mereka seakan tak ada habisnya. Kebetulan transit di Singapura dan Taiwan cukup lama, namun itu pun seakan tak cukup untuk memenuhi keingintahuan mereka mengeksplorasi kedua bandara besar tempat transit kami.

20180204_184856
Lea & Namira tiduran sambil jaga barang di bandara  Taoyoan, Taipei.

Tiba di Los Angeles rombongan disambut oleh dua alumni DBL yang sedang studi di sana, Steven dan Jackson. Kami juga sempat bertemu dengan Wijaya Saputra pebasket pro dan selebiti yang juga berada di California. Tim menginap di Fairfield inn & suites Marriott, penginapan sekitar LAX.

20180206_082742
Tim Putri DBL Allstar 2017. (Foto Dika K./ Mac/ Emka)

Sehari kemudian tim berlatih di Sports Academy yang kemudian juga dikenal sebagai  Mamba Academy-nya Kobe Bryant. Di tempat itu kami dikenalkan dengan cara latihan yang intensif dan menyeluruh didukung para pelatih mulai dari skill, fisik sampai mental dengan fasilitas modern dan lengkap sampai untuk perawatan atlet. Rekaman video di Sports Academy bisa dilihat di channel youtube Coach Moses dengan klik pada link ini (Honda DBL Allstar Berlatih Di Sports Academy California). Pada saat jeda latihan, tim sempat dikunjungi dan diberi semangat oleh pejabat Konsulat Indonesia di California.

1517972162269 cc
Tim Putri DBL Allstar 2017 di Sports Academy, Thousand Oaks, California. (Foto Dika K./ Mac/ Emka)

Selama 2 hari berlatih di Sports Academy, kami melihat bahwa para pelatih yang membimbing sangatlah detail  memberi contoh hingga melakukan koreksi terhadap setiap pemain. Mulai dari postur tubuh, sikap, posisi kaki, cara memegang bola, pandangan mata diperhatikan dengan seksama. Setelah pada hari pertama mengikuti berbagai menu latihan, pada hari kedua setelah menjalani pelatihan tim menjalani scrimmage game melawan tim komunitas lokal.

Pertandingan berlangsung sangat menarik dan ketat. Tim lokal sangat kompetitif, diperkuat oleh beberapa pelatih, kejar mengejar angka terjadi hingga detik terakhir. Bersama coach Farhan, pelatih muda yang sarat pengalaman, kami menyusun tim putri menjadi 2 regu. Tim pertama adalah regu yang bermain tempo, teratur dengan beberapa set play rapi yang terdiri dari Laide, Ais, Vava , Ellen, Vivi, dan Talia. Sedangkan tim kedua adalah tim bola bekel gaspoll yang bermain cepat, penuh pressure dan bermain transisi. Pemainnya terdiri dari Namira, Dingding, Leandra, Audy, Dita, dan Sabrina. Ternyata kemudian tim pertama bahkan juga melakukan pressure dan permainan tak kalah cepat dibanding tim bola bekel, dimotori Laide, Ellen dan Ais. Permainan penuh benturan dan kedua tim bermain agresif. Penentuan kemenangan tim DBL Allstar ditentukan pada detik-detik terakhir lewat beberapa free throw oleh Ellen dkk yang bermain berani. Laide dan Ais berhasil melakukan spacing dan memberikan ruang untuk Ellen yang malam itu menjadi top scorer. Tim bola bekel bermain tak kalah efektif. Namira, Lea, Dingding, Dita, Talia dan Sabrina membuat tim pelatih ngeri-ngeri girang karena berkali-kali terpental kala terbentur tubuh pemain lawan yang besar kokoh.  Syukurlah tidak ada yang cedera dan berakhir baik. Malam itu anak-anak pulang happy dan kenyang.

Hari berikutnya acara tim adalah mengunjungi UCLA yang wah…. Tim diajak berkeliling mengunjungi seluruh fasilitas, termasuk museum dan lapangan basket UCLA. Rekaman acara kunjungan ini sempat saya rekam, dibantu juga oleh gadis Manado yang cantik Leandra. Videonya bisa dilihat di sini. (Honda DBL Allstar 2017 Kunjungan ke UCLA bagian 1) (Honda DBL Allstar 2017 Kunjungan ke UCLA bagian 2) dan (Honda DBL Allstar 2017 Kunjungan ke UCLA bagian 3).  Di UCLA kami juga didampingi oleh Jordan Lawley yang juga bertemu pelatihnya ketika ia masih aktif bermain.

20180207_102917 c
Di UCLA Bersama Jordan Lawley dan Coach Christ, pelatihnya.

Hari berikutnya tim bertandang ke Irvine, berlatih intensif di Jordan Lawley Basketball. Jordan sendiri seorang skill trainer untuk banyak pemanin kondang di NBA. Latihan yang diberikan Jordan terlihat sedikit berbeda dengan apa yang didapat di Sports Academy. Jordan memiliki ciri khas tersendiri dalam hal pengembangan individual skill. Latihannya detail dan menurut saya termasuk sangat “menuntut” agar pemain didikannya lebih cepat berkembang. Ia beberapa kali memberikan tantangan untuk anak-anak.  Latihan oleh Jordan terlihat lebih dinamis dan variatif. banyak hal baru yang kami peroleh dari pelatihan dengannya. Rekaman saya di Jordan Lawley dapat dilihat dengan mengklik di link ini. (Tim Honda DBL Allstar Berlatih di Jordan Lawley Basketball).

Salah satu bagian menarik di Jordan Lawley Vasketball, adalag SSL, yaitu Sport Science Lab-nya Gacin Mcmillan. Kebetulan saat itu, Audy terpeleset di lapangan. Salah satu pemain full speed & power ini setahun sebelumnya pengobatan ACL sehingga sempat membuat khawatir juga. Untunglah di sebelah lapangan ada ruang SSL dan ada Gavin sendiri di situ. SSL sangat terkenal di kalangan atlet pro. Gavin dan SSL-nya menangani banyak atlet american footbal, atlet MMA UFC, atlet nasional tim voli dan beberapa atlet olimpiade. SSL juga ada di beberapa negara Eropa dan Afrika, beberapa hasil kerja Gavin diliput oleh beberapa majalah dan jurnal sport science. Rekamannya bisa dilihat dengan mengklik link ini. (Audy kepleset, malah jadi ketemu Gavin Macmillan).

Kesempatan mempraktekkan tambahan ilmu dari Jordan Lawley Basketball diperoleh anak-anak ketika bertandang ke sebuah sekolah menengah, GAHR yang konon kabarnya memiliki tim basket yang prestasinya di California cukup baik. Sebelum mulai bertanding, coach Farhan bilang bahwa tim sebaiknya memulai pertandingan dengan main safe aja dulu, “Mungkin anak-anak masih belum segar karena perjalanan cukup jauh dan istirahat kita kurang” ujarnya. Saya setuju dan setelah anak-anak bermain, ternyata mereka punya semangat tinggi dan tetap bermain agresif. Lawan yang kali ini dihadapi berbeda dengan ketika bermain di Spots Academy yang rata-rata sedikit lebih senior. Kali ini anak-anak bertemu tim yang sepantaran usianya. Secara individual, beberapa anak GAHR menunjukkan kelebihan, namun cenderung bermain sendiri-sendiri. Meski demikian, berkali-kali permainan individu itu berhasil menembus pertahanan anak-anak Honda DBL Allstar. Setelah bermain setengah quarter, tim diarahkan untuk bermain lebih cepat seperti ketika bermain di Sports Academy. Alhasil permainan pun menjadi lebih menarik. Pada quarter ketiga, perlahan-lahan permainan individual ti SMA GAHR melambat karena mulai kelelahan, sebaliknya anak-anak semakin bersemangat. Pertandingan semakin kompetitif, berkali-kali pelatih dari GAHR meluapkan emosinya dan bahkan sampai masuk ke lapangan namun konsentrasi anak-anak tidak terganggu. Pertandingan kembali berakhir untuk kemenangan anak-anak Honda DBL Allstar.  Malam itu semua anak bermain trengginas. Meski terlihat emosional, Dingding yang bermain berapi-api dan beberapa kali berbenturan keras dengan pemain GAHR akhirnya tersenyum puas. Dalam game ini, kembali anak Jogja, Vava Maria Leony menjadi top scorer. Agak di luar dugaan karena Vava tidaklah secepat anak-anak bola bekel, tapi ketenangannya saat finishing terbukti memiliki nilai lebih.  (Salut buat anak-anak STECE Jogja asuhan pelatih senior yang pernah menjadi bintang timnas Indonesia, koh Gwan Chin). Meski demikian, kalau disuruh memilih MVP, saya akan memilih Adelaide Ledi yang menjadi inspirator tim dan sangat hustle. Bersama Ais, mereka berdua terlihat bermain lebih dewasa. Ketika bersalaman dengan saya, si pelatih GAHR yang masih dongkol sempat berkata, “Kalau kalian datang lagi tahun depan, kami juga akan menyiapkan tim Allstar untuk melawan kalian” ucapnya sambil bergurau. kami hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih sembari memberikan cinderamata dari DBL Allstar yang sudah disiapkan mas Doni. Selesai bertanding, anak-anak sempat mendapat kejutan dari DBL, yaitu makan rendang yang disiapkan oleh seorang teman lama di LA. Kabarnya si mbak itu salah satu pejabat seniornya Apple di sana.

1518255619898
Foto setelah bertanding di GAHR.  Berdiri dari kiri Coach Muflih Farhan, Vivi, Ais, Ellen, Sabrina, Laide, duduk dari kiri, Namira, Lea, Audy, Dingding, Vava, Ditha, Talia, & saya. (Foto Dika K./ Mac/ Emka)
1518257029238
Tim Putra & Putri DBL Allstar 2017 (Foto Dika K./ Mac/ Emka).

Setelah rangkaian acara padat, kami diajak mengunjungi Santa Margarita Catholic High School, sebuah sekolah yang prestisius dan melahirkan atlet ternama NBA, Klay Thompson. Kami diajak berkeliling langsung oleh kepala sekolahnya yang dulunya juga pebasket.

Selain itu tim diajak mengunjungi juga kawasan pantai terkenal Santa Monica, Holywood dan mengunjungi toko-toko besar, lihat anak-anak borong sepatu, dll. 

Acara terasik buat saya adalah nonton Lakers di Spaples Center!

20180206_180631
Foto bareng anak-anak Manado Connection, Andrew Lensun, Talia, Lea Pelealu dan William Lalisang.

Entah bagaimana caranya, mas Doni cs bisa dapat tiket VVIP, sehingga tim pelatih bisa nonton dari ruang privat di balkon. Jalan masuk dan keluarnya beda. Di dalamnya tersedia barbecue, snack dan minuman lengkap pula.

1518488601755
Coach Farhan & Coach Budi (atas), Coach Daniel & saya (bawah).

Tapi karena mata tua, tidak bisa melihat jelas pertandingannya dan lebih sibuk makan minum. Sementara anak-anak lebih menikmati karena lebih dekat dari arena.

Satu surprise diberikan oleh DBL menjelang pulang ke tanah air, kunjungan ke Universal Studio, lagi-lagi mas Doni cs bisa mendapatkan tiket VIP sehingga tidak harus antre panjang setiap mengunjungi berbagai wahana. Sementara anak-anak masih asik dengan baterai seakan tak ada habisnya, saya mulai kelelahan dan lebih banyak duduk. Kecuali mengunjungi wahana setting tempat bikin film Harry Potter, harus itu.

20180210_162226

Syukur puji Tuhan, perjalanan kembali ke Indonesia dengan sehat selamat, bertambah pengalaman dan teman-teman baru. Berterimakasih pada DBL Indonesia dan semua pihak yang membantu.

Apasih Istimewanya DBL? Pengalaman mengikuti DBL Camp Surabaya 2016

Awal kenal DBL, saya tidak mengerti dan tegas menolak ketika diajak melatih tim peserta DBL oleh coach Mika, rekan pelatih di klub lama kami Mandala.

“Biar kamu aja yang bawa anak-anak. saya tetap melatih mereka di klub saja” jawab saya ketika merespon ajakannya untuk terjun langsung ke DBL Kalimantan Selatan. Saya hanya datang sampai halaman GOR Hasanuddin Banjarmasin. Memang gegap gempita gedung terdengar riuh sampai halamannya. Saya tetap bergeming.

Awal ketertarikan adalah saat membludaknya anak-anak yang datang berlatih di Suria Arena, tempat kami melatih para pemain junior Mandala. “Saya ingin sukses main di DBL coach” jawab anak-anak yang saya tanya. Dari yang biasanya hanya 20-an anak, tiba-tiba menjadi 50 sampai 60 anak yang datang berlatih. Mau tak mau hari latihan dan perlengkapan latihan pun harus ditambah oleh pengurus klub Mandala Banjarmasin.

Pemicu minat yang kedua adalah ketika coach Mika dan anak-anak menghubungi saya untuk minta latihan ekstra untuk persiapan jelang DBL, termasuk latihan fisik yang nota bene adalah momok bagi anak-anak umumnya. Selama bertahun-tahun melatih, coach Mika dan saya selalu hati-hati ketika memberikan menu latihan fisik karena beberapa kali penerapannya yang kurang tepat malah kontan membuat jumlah anak-anak yang berlatih berkurang drastis.

Banjar segmen 3.mp4_000243040
Coach Mika

Motivasi berlatih gila-gilaan otomatis membuat saya tertarik mencari tahu dan menyaksikan beberapa game DBL. Di saat itulah terlihat langsung betapa antusiasnya orang tua, guru, pemain dan suporter terlibat dalam event DBL.

Para pemain dibuat seperti artis idola yang akan show di arena serupa panggung hiburan. Sponsor besar menyediakan aneka hadiah dan hiburan, dikemas apik oleh para organizer belia yang energik. Bukan hanya para pebasket, penari dan ribuan suporter pun diberi ruang untuk eksis. Semua ulah di arena terekam apik dan diberitakan oleh media besar, koran Radar Banjarmasin pun laris manis oleh pembaca belia yang terseret oleh serbuan pembaca belia. Tidak tanggung-tanggung, koran itu memuat beberapa halaman penuh foto besar para performer setiap hari sejak persiapan DBL dan selama berlangsungnya event. Beberapa hari sebelum event dimuali, mereka mengadakan roadshow di sekolah-sekolah, membuat para pemain menjadi anak-anak populer. Berharga sekali untuk konsep diri mereka.

Menjelang final pemberitaan dan gelombang promosi menghebat, membuat pertarungan final mengandung intensitas persaingan ketat dan emosional. Air mata bahagia dan tangisan kekecewaan langsung terlihat seusai sebuah pertandingan pada pemain dan pendukung.  Apa pun hasil pertandingan final hari itu, membuat motivasi mereka untuk tampil lebih baik di season mendatang membuncah di dada dan benak masing-masing.

Saya pulang menonton dengan perasaan maklum, meski masih ada kecewa dengan beberapa aturan pertandingan yang anggapan saya masih mengganggu aspek teknis pertandingan basket itu sendiri.

Hari berikutnya mulailah saya melatih dengan adaptasi penuh terhadap ketentuan pertandingan DBL yang awalnya saya anggap aneh-aneh itu. Latihan untuk defense man to man, rotasi dan minute play pemain harus merata, respect the game sesuai kedudukan skor, dan sebagainya mau tak mau saya terima dengan lapang dada. Seiring berjalannya waktu, saya mencoba memahami latar belakang panitia DBL menetapkan beberapa peraturan aneh-aneh itu.

Satu per satu pertanyaan-pertanyaan itu terjawab ketika masuk ke situs FIBA, khususnya di Coaches Education Platform. Reasoning untuk ketentuan-ketentuan tambahan oleh organizer DBL, ternyata sesuai dan tidak bertentangan dengan ketentuan teknis pertandingan bola basket (kecuali ketentuan yang berkaitan dengan penari dan batasan jumlah suporter yang terlibat, namun kemudian dihapuskan pula oleh DBL), terurai jelas di situs resmi asosiasi pelatih sedunia yang bernaung resmi di bawah FIBA. Barulah saya tersadar bahwa sebagai pelatih saya tertinggal jauh.

Dengan intensifnya anak-anak berlatih, sesuai dengan tensi pertandingan yang diantisipasi oleh tim pelatih yang akan berlangsung cepat dan agresif, resiko cedera pun meningkat. Setelah memberikan edukasi dan penyesuaian menu latihan, mau tak mau akhirnya saya menerima tawaran coach Mika untuk ikut turun di DBL. Meski sibuk luar biasa karena kala itu saya juga bertugas sebagai pelatih di tim PON tahun 2016 di Bandung, latihan anak-anak sangat intensif.

Akhirnya di tahun 2016 tim yang kami asuh, SMAN 2 Banjarmasin berhasil jadi juara (dengan respek penuh pada tim lain, termasuk tim SMAN 1 Banjarbaru yang sangat kompetitif dan berhasil mengalahkan kami di tahun 2017, dan bertemu lagi di 2 kali final berikutnya tahun 2018 dan 2019).

Banjar segmen 3.mp4_000348080

Liputan final DBL Kalimantan Selatan 2016 ini juga bisa dilihat di youtube channel DBLplay dengan klik pada link ini.

Ketika tanding final selesai, barulah saya sadar jika ditipu oleh coach Mika karena terpilih sebagai first team dan mengikuti DBL Camp di Surabaya.  Baru tahu jika status saya yang seharusnya hanya asisten, dijadikannya pelatih kepala.

Pengalaman luar biasa, itulah singkat kata untuk pengalaman di DBL Camp. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika event itu sedemikian besar dan sangat terorganisir. Tak mampu menahan rasa ingin tahu, saya pun menelusuri bagaimana anak-anak muda di pusatnya DBL di Surabaya itu bekerja. Enerjik dan tahu persis apa yang harus dilakukan, itu kesan yang langsung muncul di benak saya. Jelas mereka dipimpin oleh orang-orang yang juga cakap. Ternyata Azrul, putra pak Dahlan Iskan bos besar Jawa Pos group adalah tokoh di balik seluruh fenomena sukses DBL. Jika tadinya saya hanya mengira ia hanya berada di balik layar, ternyata Azrul juga turun langsung ke lapangan, saya menyaksikan sendiri bagaimana ia turun ke arena saat menghibur tim yang kalah pada final DBL Jawa Timur.di DBL Arena. Kiprahnya dibantu seorang wanita muda yang kabarnya mendapat berbagai international award untuk kecakapan manajerialnya.

24-besar-campers-honda-dbl-camp-2016
Terpilih 24 Besar Campers dan 12 Besar Coach Honda DBL Camp 2016. Foto dari dblindonesia.com

Sempat terbersit di pikiran saya, “Kok mau-maunya orang sekelas mereka menghabiskan waktunya yang tentunya berharga dan bernilai mahal, “hanya” untuk DBL?” namun setelah mengikuti dan terlibat langsung, saya bersyukur. Seluruh anak basket dan pecinta basket se-Indonesia patut berterimakasih.

Kegiatan DBL Camp berakhir menyenangkan, saya kembali ke Ungaran dan kemudian ke Banjarmasin dengan pengayaan ilmu dan sahabat baru yang luar biasa. Terimakasih.

 

 

Nulis Buku “Latihan Basket”

Salah satu berkah dari musim wabah Covid 19 ini adalah niat untuk nulis buku, sekarang sudah proses sekitar 100 halaman, berikut ini saya coba share 6 halaman pertama.

Gaya tulis buku ini, maaf, mengalir aja senyamannya. Niat nulis buku ini sudah bertahun-tahun tapi selalu terkendala cara tulis dan saji yang kayaknya membosankan, sulit untuk bisa menarik minat kaum muda basket kita.

Akhirnya saya beranikan diri mencobanya, semoga selesai tuntas dan bermanfaat.

BL (1) edps

BL (2) edps

BL (3) edps

BL (4) edps

BL (5) ed

BL (6) ed

Ya, penuh gambar kartun dan warna-warni, seperti inilah kira-kira tampilannya nanti.

Salaaammm, selamat berpuasabagi yang menjalankan. Semoga bawa berkat dan semua sehat bahagia ya.

Coach Moses,

29 April 2020.