Breakdown Materi Latihan Basket (Secara Sederhana).

Ketika melatih basket, misalnya materi lay up, atau drill pas cut terkadang pelatih menghadapi kesulitan ketika beberapa anak melakukan detail-detail gerakan yang kurang tepat, baik timingnya, koordinasi gerak, pandangan/ visi, langkah kaki, cara passing, cara menangkap, dan lain sebagainya. Kenapa itu bisa terjadi?

Mungkin jawabannya adalah kurangnya penguasaan teknik dasar atau kapasitas fisik yang belum mapan. Lalu bagaimana melatih teknik dasar yang seharusnya dilakukan? Bagaimana caranya agar detail-detail gerak anak memadai?

Breakdown yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan pelatihan. Asupan materi latihan yang terukur sesuai kapasitas belajar anak akan menjadi pembeda tingkat keberhasilan.

Cara agar pelatihan lebih efektif adalah dengan membagi-bagikan materi latihan menjadi beberapa bagian. Breakdown sederhana dan ringkas ini terdiri dari 6 tahap yaitu:

  1. Health related fitness
  2. Skill related fitness
  3. Move elements
  4. Action series
  5. Play
  6. Game skill.

Secara umum pelatihan teknik dasar dimulai dengan membangun kapasitas dasar gerak anak pada satuan terkecil yang disebut “move elements”. Pada skema bagian ini saya beri nomor 3. Mengapa dimulai dari nomor 3, bukannya nomor 1? Karena secara kasat mata bagian 1 dan 2 tidak terlihat namun bisa diukur dengan melihat pada performa di bagian 3, move elements.

Jika bagian 3 ini terlihat kurang secara kasat mata, atau ternilai lewat pengukuran oleh pelatih tidak memadai, maka perlu ditelaah mundur ke bagian 2 yaitu Skill Related Fitness (SRF).

Sementara jika SRF terlihat kurang pula, maka pelatih perlu mundur ke belakang lagi untuk mengkaji HRF.

Jika SRF cukup sehingga anak memiliki kapasitas kebugaran yang cukup untuk menampilkan elemen gerak/ move elements, barulah kita mengajari teknik dasar.

Secara sederhana, kemampuan berlari secara cakap dapat kita gunakan untuk melihat kapasitas gerak anak. Mulai dari cara anak menumpu kaki, melangkah, mengayunkan tangan, kecondongan tubuh terkait keseimbangan dan berat badan, panjang langkah, pace/ tempo dan irama langkah serta rerata jumlah langkah per detik. Jika ketrampilan berlari sudah dimiliki, kita bisa menambahkan gerak koordinatif yang dilakukan secara bersamaan. Rangkaian gerak demikian ada pada breakdown tahap ke 4 yaitu action series.

Untuk anak pemula, saya sarankan pelatihan action dengan rangkaian yang tidak lebih dari 4 move. Jika lebih dari itu sebaiknya perlu dibagi atau kueangi dulu.

Breakdown tahap 1 sampai 4 adalah aksi individual. Dilakukan oleh seorang pemain saja. Ketika beberapa action dirangkaikan maka akan menjadi breakdown pada tahap ke 5 yaitu play.

Ketika anak-anak sudah mampu memperagakan play pada latihan masih perlu diuji lagi pada beberapa scrimmage game agar seluruh hasil latihan dapat digunakan saat bertanding.

Ketika teknik dasar mulai dari move, action dan play yang diajarkan berhasil diterapkan di pertandingan saat itu pula teknik berubah menjadi skill. Gabungan skill set itu lebih suka saya sebut sebagai Game Skill.

Ok coaches, sekian dulu tulisan kali ini. Bagi teman-teman yang ingin menerapkan tulisan sederhana ini secara lebih mendalam, buku-buku pendukungnya bisa dilikat di Library yang merupakan salah satu page dalam blog ini. Selamat mencoba. Salam.

Terimakasih. Ungaran 7 Oktober 2020.

NEXT LEVEL (2)

Sebagai sebuah gerakan berdasar kesadaran, para coach NLBA menerapkan materi pilihannya dari kurikulum FIBA yang cocok untuk anak-anak didiknya sesuai hasil assesment yang dilakukan. Oleh karena itulah maka kemampuan melakukan assesment adalah prasyarat mutlak bagi pelatih-pelatih penerap NLBA.

Tiga coach penerap NLBA. Coach Bayu, coach Aries dan penulis ketika melakukan praktek latihan standar NEXT LEVEL di Pacific Caesar Surabaya.

Berikut ini uraian singkat tentang assesment sederhana NLBA.

Assesment yang dilakukan antara lain mengacu pada usia, tinggi badan, berat badan, MHR, lama berlatih basket, dan informasi lainnya.

Selanjutnya dilakukan tes lari sambil mengamati mekanika gerak anak. Lembar form ceklis assesment sederhana disediakan untuk setiap coach penerap NLBA.

Setelah itu dilakukan pula diskusi edukasi dari coach untuk anak didiknya tentang penatalaksanaan program nutrisi dan recovery/ rest. Baik itu pra atau pasca latihan selama anak mengikuti latihan.

Meskipun tidak secara akurat dan detail, secara umum coach seyogyanya bisa memperkirakan jumlah kalori terbakar serta memberi saran tentang asupan nutrisi bagi anak-anak didiknya.

Sebelum mulai berlatih, bila diperlukan coach juga perlu melakukan eksaminasi umum pada anak didiknya jika terlihat memiliki gangguan gerak. Misalnya ada anak yang pincang. Kadang-kadang meski sakit, banyak anak yang sengaja menyembunyikan sakitnya. Coach wajib bertanya, lalu memberikan tes umum seperti menyuruh anak menggerakkan lengan, telapak kaki atau jari.

Pelatih bukanlah terapis atau ahli medis, namun paling tidak mengerti jika ada gangguan gerak atau cedera yang bisa saja berakibat fatal jika nekat berlatih.

Coach yang bukan terapis/ tenaga medis tidak disarankan untuk memberikan treatment lebih dari batasan pertolongan pertama. Oleh karena itu, salah satu standar perlengkapan di dalsm tas pelatih adalah perlengkapan P3K.

Setelah melakukan assesment, pengukuran dan pendataan sehingga pelatih memiliki keterangan yang cukup tentang para calon anak didiknya, barulah ditentukan level latihan lengkap dengan ukuran yang paling cocok.

Bagi para pelatih penersp NLBA, disiapkan buku panduan lengkap. Panduan ini hanyalah acuan umum yang bersifat luwes dan bisa disesuaikan dengan keadaan umum dan sumberdaya kepelatihannya masing-masing.

Dalam buku panduan akan dijelaskan rincian latihan pada setiap tahap. Disertskan pula ceklis untuk memudahkan pelatih dalam mencermati tiap gerakan anak didiknya.

Dalam buku panduan ini juga disertakan tutorial, penjelasan tentang perslatan latihan yang diperlukan serta prosedur standar operasionalnya.

Ciri khas penerapan NLBA adalah evaluasi periodik individusl untuk setiap anak, terutama untuk pencapaian skill bolabasket namun dilengkapi pula dengan informasi umum mengenai lifeskill anak.

Segala tetek bengek ini awalnya memang berkesan merepotkan tapi sebenarnya tidak. Sama sekali tidak sulit dan merepotkan. Inilah beberapa prosedur standar yang mesti dilakukan coach agar sang pelatih, pelatihannya serta anak-anak didiknya benar-benar bisa naik jenjang secara terukur mutunya sebagai hasil pelatihan yang terstruktur, sistematis dan terukur. Inilah hakikat NEXT LEVEL, yaitu awareness/ kesadaran dari sejumlah pelatih yang sepakat belajar bareng, saling berbagi pengalaman menerapkan ilmunya, bertukar pikiran dan bekerjasama untuk memajukan basket Indonesia dari jenjang terbawah.

(bersambung)

NEXT LEVEL ITU… (1)

lengkapnya Next Level Basketball Awareness atau disingkat NLBA. Pada prakteknya NEXT LEVEL diterapkan oleh para pelatih di akademi/ sekolah basket atau tempat melatihnya masing-masing.

NLBA adalah juga wadah dari para pelatih yang secara sadar dan bersama-sama ingin mengembangkan diri dan kegiatan pelatihan yang dilakukannya.

Pengembangan diri yang dilakukan adalah KSA, Knowledege (pengetahuan), Skill (kecakapan) dan Ability (kemampuan).

Pengembangan kepelatihan menyangkut penerapan KSA yang dimilikinya secara terstruktur, terukur dan sistematis. Terstruktur artinya susunan dan tahapannya jelas sesuai dengan kebutuhan serta kondisi anak. Jika diibaratkan proses membangun rumah, tentulah pondasi dulu baru berikutnya tiang. Setelah tiang jadi batulah atap. Pondasi yang kuat menjadikan bangunan kuat. Jika tiang kuat, kokoh pula bangunannya.

Terukur artinya takaran latihan serta pilihan materi yang diberikan proporsional, sesuai dengan dasar hasil assesment serta norma keilmuan yang berlaku. Masih dengan ibarat rumah, jika tiang kecil, berikan pula beban yang sesuai. Ukur dulu baik-baik agar tak doyong rumah kita. Jika ingin beban besar, besarkan dulu tiangnya.

Sistematis artinya metode pelatihan mengacu pada suatu sistem yang teratur, terencana sejak awal hingga penatalaksanaannya. Sebagai salah satu bentuk pembelajaran, pelatihan dilaksanakan lewat pembelajaran berpengalaman yang kontekstual.

Supaya proses pengembangan KSA (knowledge, skil dan ability) lebih mudah, para pelatih ini sepakat untuk menggunakan platform yang sama yaitu dari FIBA Coach Education. Dengan kerjasama semacam ini diharapkan para pelatih saling bisa asih asah asuh. Kelebihan yang pelatih satu dibagikan pada pelatih yang lain, kesulitan yang lain dibantu solusinya oleh pelatih lainnya. Jika Tuhan berkenan, para pelatih dapat berkumpul di satu kota, saling kunjungi dan silaturahmi dalam bentuk Basketball Camp. Tukar pikiran, berlatih tanding bersama, serta melaksanakan kegiatan yang membangun dan menyenangkan baik untuk para pelatih maupun anak-anak latihnya.

Kita bayangkan misalnya 2 anak basket dari Banjarmasin ingin merasakan berlatih tanding di Jawa, pelatihnya bingung dong karena pemainnya kurang. Tapi jika si pelatih segera berkabar dan mencari tahu seandainya ada 3 anak dari Aceh, 2 anak dari Makassar dan 1 anak dari Papua juga ingin hal yang sama, bisa saja si pelatih berkoordinasi dengan pelatih NLBA lainnya di Semarang, Surabaya atau Solo supaya bekerjasama dan mengadakan latih tanding di Jawa setelah dibantu oleh rekannya. Dengan sinergi semacam ini upaya kita jadi lebih mudah. Manajemen NLBA juga melayani rekan-rekan pelatih di daerah yang umpamanya ingin membawa timnya untuk melakukan tur basket sekaligus wisata.

Anak-anak Surabaya misalnya ingin bertanding ke Solo, pelatih NLBA Solo paling tidak bisa memberikan informasi atau kontak dengan tim lokalnya dan pengelola arena tempat latih tanding. Kerjasama semacam inilah yang diharapkan bisa terjalin antar pelatih. Beberapa keuntungan sinergis lainnya bisa saja berupa info tentang beasiswa, update teknologi kepelatihan terbantu, dll.

Keberagaman latar belakang keahlian, profesi dan daerah asal para pelatih yang tergabung dalam NLBA menjadi salah satu modal pengayaan dan pengembangan ke depannya nanti. Saat ini ada 40-an pelatih dari berbagai provinsi. Ada pelatih yang berlatar belakang guru olah raga, kepelatihan, juru masak, psikologi, kesehatan, manajemen, sopir, ahli keuangan, informatika, teknisi, seni, aviation/ flight control, barista, kontraktor, konsultan, dan lain sebagainya,  

Latihan yang diterapkan pada NLBA ditujukan untuk meningkatkan basketball skill dan life skill lewat pelatihan bolabasket yang memaksimalkan semua potensi positif anak serta lingkungannya, sehingga kecakapan yang diperoleh di lapangan bermanfaat untuk situasi di luar lapangan dan periode ketika anak berlatih basket bisa berguna sepanjang hidupnya.

Pendidikan lifeskill dipandang penting di seluruh dunia sehingga lembaga dunia seperti UNICEF, UNESCO dan WHO membuat daftar sepuluh strategi pokok life skill yaitu :

  1. problem solving,
  2. critical thinking,
  3. effective communication skills,
  4. decision-making,
  5. creative thinking,
  6. interpersonal relationship skills,
  7. self awareness building skills,
  8. empathy,
  9. coping with stress and
  10. coping with emotions.

Seluruh materi pokok lofe skill tersebut di atas bisa dikembangkan lewat pelatihan bolabasket lewat pelatihan bola basket holistik (membina tubuh, jiwa dan roh, coach Danny Kosasih, 2015) yang sehat. Dengan penerapannya anak diharapkan mampu belajar menjadi dewasa, menumbuhkembangkan life skill dan semua potensi positifnya.  Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan NLBA adalah 4H, yaitu heart, hand, head, health sebagaimana diuraikan pada gambar di bawah ini.

Para pelatih yang tergabung dalam NLBA sepakat untuk mengeliminasi benih-benih negatif dan menekannya dengan mendorong potensi positif anak dengan menyediakan lingkungan berlatih yang memberikan ruang untuk penumbuhan konsep diri secara sehat.

Pelatih NLBA haruslah mengerti bahwa berlatih basket memerlukan disiplin, tempaan mental dan fisik yang proporsional, namun juga memahami bahwa tekanan dan kecemasan berlebihan kala berlatih basket dapat menimbulkan kompensasi buruk.

Berbarengan dengan pelatihan teknik seperti footwork, steps, passing, dribbling dan sebagainya, juga akan dikembangkan kapasitas fisik dan kebugaran anak. Pada saat yang sama juga akan dibina pula rasa percaya diri anak, kemampuan berpikir cepat, kritis dan tajam sehingga anak mampu mengambil keputusan dengan bijak. Kesalahan bukanlah tabu, bahkan berguna untuk proses anak untuk mengevaluasi, membandingkan, serta melakukan koreksi dengan baik. Tekanan demi tekanan baik dari lawan maupun lingkungan tempat berlatih atau bertanding sejak berlatih hingga bertanding maupun pasca pertandingan, seyogyanya akan mampu dikelola oleh para pelatih NLBA untuk membentuk mental anak-anaknya sehingga mereka memiliki kecakapan mental untuk tetap tenang pada situasi genting, tetap mampu berpikir jernih dan mengambil keputusan yang benat. Alih-alih panik dan bertindak emosional, anak-anak yang juga mendapatkan pelatihan mental yang baik niscaya akan mampu mengendalikan diri, bersikap lebih dewasa dan bahkan mampu saling mengangkat status mental bersama kawan-kawan setimnya.

Berikut ini adalah model pengembangan lifeskill lewat pelatihan basketball skill yang dikembangkan pada pelatihan NLBA. Pada model ini pendidikan formal di sekolah, sejalan dengan pelatihan bolabasket dan pembinaan softskill dapat berjalan bersamaan dengan pengembangan hardskill untuk anak-anak yang berlatih bolabasket.

Proses semacam ini akan panjang dan berliku, namun dengan tekad belajar dan niat yang kuat, maka konsistensi karakter pelatih dalam menyikapi berbagai situasi latihan atau pertandingan akan menjadi teladan, sumber belajar langsung bagi bagi anak-anaknya.

Tak boleh terjadi amarah tak beralasan ketika anak bertanya atau memberikan kritik pada pelatihnya. Anak adalah partisipan pada setiap proses latihan, bukan semata objek. Sekali pelatih marah-marah tanpa alasan dan tujuan yang jelas, selamanya pola hubungan anak dengan pelatih akan jauh dari ideal. Lingkungan latihan basket yang semestinya sehat untuk tumbuh kembang konsep diri anak akan rusak. Pada lingkungan yang sehat, setiap pendapat apalagi pemikiran yang kritis justru seharusnya diapresiasi dan dikuatkan oleh pelatih.

Ciri khas yang harus kentara terlihat nyata pada setiap pelatihan NLBA adalah kemandirian. Berikan kesempatan pada anak-anak untuk berkomunikasi. Sejak membangun relasi, memahami rekan setimnya, pembentukan pola relasi antar peserta latihan, pemahaman atas masalah yang ada serta kemampuan anak-anak menciptakan silusi, cara membangun komunikasi hingga kemampuan anak-anak untuk bernegisoasi baik dengan rekan setim, perlatih maupun unsur staf kepelatihan lainnya.

Sebaliknya, pelatih yang tidak antusias, tidak tegas menerapkan disiplin dan aturan, terlalu permisif dan cenderung apatis juga akan membentuk lingkungan belajar yang kurang baik. Suasana lingkungan pelatihan yang sehat pada lingkup penerap NLBA mestinya akan terbantu oleh rules yang jelas. Ada standar dan norma semacam code of conduct yang disepakati dan ditaati bersama.

Para pelatih NLBA akan mendapatkan seluruh materi pelatihan secara gratis dan boleh dibagikan kepada para murid/ pemain-pemainnya yang tergabung dalam program NLBA.

Setelah peserta berhasil menjalankan program latihan sesuai standar program NLBA, tim manajemen NLBA akan mengirimkan sertifikat kelulusan sesuai dengan rekomendasi nilai yang diberikan oleh para pelatihnya.

Secara garis besar, kisi-kisi program latihan dalam NLBA adalah sebagai berikut:

  1. Stance dan Visi
  2. Steps dan Stop
  3. Slide
  4. Pivot dan Penguatan Footwork
  5. Ball Handling
  6. Dasar Dribel
  7. Get Open dan Pergerakan Tanpa Bola
  8. Dasar Triple Threats
  9. Passing dan Variasinya
  10. Dribel Lanjutan dan Variasinya
  11. Rebounding
  12. Gerak dan Sistem Defense
  13. Drive
  14. Shooting
  15. Center dan Post
  16. Aplikasi Skill dan Membuat Keputusan

Semua materi latihan sesuai menu pada program NLBA telah disusun sedemikan rupa sehingga fleksibel dan bisa disesuaikan dengan situasi pada masing-masing pelatihan langsung. Setiap materi dilengkapi dengan video tutorial yang bisa digunakan baik oleh pelatih atau pemain sehingga bisa memudahkan proses belajar, berlatih dan memungkinkan pengayaan dengan latihan visualisasi/ imagery training yang sangat berguna untuk proses belajar mengajar anak.

Materi untuk pelatihan senantiasa dikembangkan oleh tim NLBA dalam bentuk tulisan di buku, baik hardcopy maupun berformat digital, serta video tutorial.  Tulisan-tulisan tersebut akan dicantumkan di blog LATIHANBASKET.COM dan BASKETBALLNEXTLEVEL.COM serta pada beberapa channel di youtube. Seluruh pelatih kami dorong untuk menulis, membuat video dan sebagainya untuk berbagi cerita, pengalaman dan pengetahuannya agar saling membangun. Bukan hanya untuk konsumsi kalangan NLBA tetapi untuk dinikmati oleh seluruh pecinta basket di tanah air. Bukan hanya para pelatih, para pemain, peserta latih dan bahkan orang tua anak pun kami dorong untuk menulis dan berbagi lewat media yang dikelola oleh manajemen NLBA.

(BERSAMBUNG)

Quotes Bolabasket Penting! (Bob Knight)

Coach Bob Knight adalah seorang pelatih legendaris, head coach Indiana Hoosiers dari tahun 1971 sampai tahun 2000. Juga melatih Texas Tech (2001–2008) dan kemudian Army (1965–1971). Ketika di Indiana, ia memimpin timnya memenangkan tiga NCAA championships, satu National Invitation Tournament (NIT) championship, dan 11 Big Ten Conference championships.

Prestasi dan kemampuannya tidak diragukan lagi. Berikut ini beberapa quotes penting yang dapat kita dalami dan pelajari. Quote-quote ini seperti penyarian pengetahuan, pengalaman dan prinsip-pronsip kepelatihan dari Bob Knight.

Beberapa quotes pada tulisan ini diperoleh dari buku biografi Bob Knight dalam buku “Knight My Story”.

download

Marikita selami bersama.

The single most important aspect of coaching is running effective practices” – Bob Knight

“Aspek tunggal terpenting dalam coaching adalah melaksanakan latihan yang efektif”

“The key is not the ‘will to win’… everybody has that. It is the will to prepare to win that is important” – Bob Knight

“Kuncinya bukanlah “keinginan untuk menang”, semua orang punya itu. Yang terpenting adalah kemauan untuk mempersiapkan kemenangan”

“You don’t play against opponents; you play against the game of basketball” – Bob Knight

“Kamu tidak bermain melawan musuh, kamu bermain melawan permainan bola basket” 

“The goal is to make practice more difficult, physically/mentally, than anything your players will face during a game” – Bob Knight

“Golnya adalah untuk membuat latihan lebih sulit secara fisik/ mental dibanding apa yang akan dihadapi pemain dalam suatu pertandingan”

“Basketball is a full court game, so every drill must be done full court” – Bob Knight

“Bola basket adalah permainan satu lapangan penuh, jadi seriap drill harus dilakukan selapangan penuh”

“I always designed my practice plans the night before and then made tweaks a few hours before practice began” – Bob Knight

“Saya selalu merancang rencana latihan semalam sebelumnya dan kemudian membuat penajaman beberapa jam sebelum latihan dimulai”

“I hate casual shooting. Every shot is preceded by working to get open and catch and shoot under game like conditions” – Bob Knight

“Saya benci (latihan) shooting biasa. Setiap shooting harus didahului upaya gerak mendapatkan bola,  lalu shoot dalam kondisi serupa pertandingan”

“What is the best thing you can do in a close game? Drive to the basket and put pressure on the defense! Not jack up jump shots” – Bob Knight

“Apa hal terbaik yang bisa kamu lakukan pada permainan yang rapat? Drive ke basket dan berikan tekanan pada lawan penjaga! Bukan tembakan lompat di tempat”

“Passing is your best weapon against man to man. Dribble penetration is your best weapon against zone” – Bob Knight

“Passing adalah senjata terbaik melawan penjagaan man to man. Penetrasi dribble adalah senjata terbaik melawan penjagaan zone”

“Players must be able to carry out simple instructions from the bench to the court. If they can’t, then they can’t play” – Bob Knight

“Pemain harus mampu melaksanakan instruksi sederhana dari bench (dan menerapkannya) ke lapangan. Jika tidak bisa, dia tidak bisa main”

“Discipline is doing what has to be done, when it has to be done, as well as it can be done, and doing it that way all the time” – Bob Knight

“Disiplin adalah melakukan apa yang harus dilakukan ketika harus dilakukan, dan senantiasa melakukannya”

“I just love the game of basketball so much. The game! I don’t need the 18,000 people screaming and all the peripheral things. To me, the most enjoyable part is the practice and preparation” – Bob Knight

“Saya hanya mencintai permainan bola basket. Permainannya! Saya tidak memerlukan teriakan 18.000 orang dag semua hal di sekitarnya. Bagi saya, bagian yang paling nikmat adalah (proses) latihan dan persiapannya”

“Mental is to the physical as four is to one” – Bob Knight

“Mental adalah seperti (tekanan) fisik (setara) empat lawan satu”

“Offense is not equal opportunity” – Bob Knight

“Offense adalah peluang yang tidak setara”

“Perform drills that force your players to think” – Bob Knight

“Tampilkan drill yang memaksa pemainmu untuk berpikir”

“I sit and wonder why no one uses the shot fake. The shot fake, when used correctly, can eliminate a defender” – Bob Knight

“Saya tidak mengerti kenapa tidak ada yang menggunakan tipuan shoot. Tipuan shoot, ketika digunakan dengan benar dapat mengeliminasi seorang defender”

“Coaches shouldn’t have to push you to work hard, you should push yourself to work hard because you want to be a great player” – Bob Knight

“Para coach mestinya tidak perlu menekanmu agar berlatih keras, kamu sendiri yang harus menekan diri sendiri agar berlatih keras karena kamu ingin menjadi pemain besar”

“A quick way for any player to make himself better is to think about what he himself doesn’t like to play against” – Bob Knight

“Sebuah cara cepat agar membuat setiap pemain lebih baik adalah dengan berpikir tentang apa yang dia sendiri tidak suka untuk dihadapi”

“Good basketball always starts with good defense!” – Bob Knight

“(Permainan) bola basket yang baik selalu dimulai dengan defense yang baik”

“My practices were not set up to be easy or enjoyed” – Bob Knight

“Latihan-latihan saya bukan dibuat untuk menjadi mudah atau nikmat”

“In order to achieve positive results, one must work for them, not hope for them” – Bob Knight

“Untuk mendapatkan hasil positif, seseorang harus bekerja untuk merekam bukan (hanya) berharap dari mereka”

“Defense is all about helping. No one can guard a good dribbler, You have to walk kids through how to help and then how to help the helper” – Bob Knight

“Defense itu secara keseluruhan adalah mengenai (proses) helping. tak satupun mampu menjaga seorang dribbler handal, kamu harus mengajari anak untuk “help” dan selanjutnya bagaimana cara “help the helper”

Bagaimana? Cukupmerangsang pemikiran kita kan? Buat saya pribadi, quotes ini menimbulkan pemikiran-pemikiran dan sejumlah konsep di benak mengenai bagai mana melatih, perbaikan apa yang perlu dan quotes mana yang rasanya kurang tepat. Jika teman-teman pelatih punya pendapat tentang quotes dari Bob Knight, silakan tulis di kolom komentar.

Terimakasih.

Buku “Penting & Gratis” Manual Pelatih dari FIBA

Sambil menyeleseaikan lanjutan tulisan terdahulu mengenai Life Skill Bagian 1, berikut ini akan saya bagikan 4 buah buku penting dan gratis yang penting untuk menjadi referensi rekan-rekan pelatih. Buku ini bisa diunduh siapa saja di situs resmi milik FIBA, khususnya asosiasi pelatih basket sedunia, WABC. Dalam hal ini saya hanya mengajak kita mengenali dan mengupas sedikit tentang ke 4 buku berharga ini.

Pada bagian akhir tulisan, rekan-rekan pelatih bisa mengunduh buku ini dengan satu kali klik. Akan lebih menyenangkan jika kita semua bisa berbagi pengalaman. Sekiranya rekan pelatih sudah mempelajari dan menerapkan pelatihan sesuai referensi buku ini, lebih baik jika bisa berbagi pengalaman tentang penyesuaian-penyesuaian, hambatan-hambatan serta bagaimana pemacahan masalahnya. Jika rekan-rekan pelatih bersedia menuliskannya, nantinya bisa kita sebarkan pengalaman berharga itu lewat blog ini.

Nilai plus dari buku manual pelatihan ini ada pada materinya yang tersusun secara sistematis berjenjang, terstruktur dengan susunan bangunan dari fundamental hingga advanced, dan terukur. Asupannya disesuaikan dengan kapasitas dan tingkat perkembangan anak-anak sejak dini hingga tumbuh lebih dewasa. Istimewa pula karena para penggunanya dipermudah oleh ratusan video tutorial pelengkapnya sehingga proses latihan sangat terbantu. Kita bahkan bisa memberikan lantihan mental imagery dulu dengan memberikan contoh video latihan sebelum latihan dimulai.

Video-video pelengkap ini jumlahnya ratusan, tersedia di channel youtube saya, di link ini COACH MOSES. Silakan klik link untuk membukanya. Pada channel tersebut bisa dipilih level yang sesuai dengan buku-buku manual ini.

Buku pertama yaitu tentang pelatihan Minibasket. Penekanan kata yang berulang-ulang akan kita baca adalah “FUN”, konsep rekreatif dari pengenalan olah raga untuk anak-anak usia dini sampai 12 tahun.

 

Ciri khas Buku Manual Pelatih Minibasket ini adalah dominasi warna kuning pada layout buku. Silakan klik gambar di atas untuk memperbesar tampilannya. Kita akan melihat beberapa bagian daftar isi yang menganjurkan para pelatih untuk menerapkan latihan yang game based namun tetap harus menyenangkan dan menarik untuk anak-anak kita.

Sejak awal, salah satu penekanan penting dalam pelatihan adalah pengajaran “values” atau nilai-nilai penting dan baik dalam kehidupan yang sepatutnya ditanamkan oleh pelatih. Hal ini ditekankan juga pada buku manual berikutnya, yaitu buku level 2.

Buku ini berciri khas warna biru di bagian sampul dan isi. Berjumlah 394 halaman, buku ini ditujukan untuk pelatihan anak usia sekolah menengah, namun tutorial latihan-latihan yang tersedia juga perlu untuk dilatihkan pada level berikutnya. Terutama jika kita menilai ada perbaikan dan pengembangak detail yang diperlukan sesuai hasil penilaian terhadap perkembangan anak-anak didik kita.

Pada dasarnya buku level 1, 2 dan 3, mengulang-ulang materi latihan fundamental bola basket dengan beberapa pendalaman serta peningkatan kualitas skill secara berjenjang pada level berikutnya.  Pada buku ini, pelatih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan gerak dasar anak.

Bukan hanya semata teknis gerak, beberapa nilai penting untuk skill mental ikut dikembangkan pada latihan level 1. Untuk rekan-rekan pelatih, buku ini bagus sekali. Sudah disiapkan secara cermat oleh para  pelatih dan sejumlah ahli yang kompeten. materinya sangat lengkap dan padat. Pada saat kita akan menerapkannya, kita perlu memilih menu dan materi mana yang akan kita latihkan sesuai prioritas program pelatihan kita.

Buku level 2 ditandai dengan warna merah, berisi 368 halaman. sangat lengkap menguraikan tahap-tahap latihan lanjutan dari buku level Minibasket dan level 1 secara rinci dan berkesinambungan. Seperti halnya buku terdahulu, buku ini memberikan petunjuk lengkap untuk latihan fisik, teknik, taktik dan mental.

Materi yang disajikan sangat lengkap dan kemungkinan besar tidak seluruhnya dapat kita masukkan ke dalam sebuah program latihan jika periode program kita hanya beberapa bulan atau setahun saja. Kita harus memilih sesuai keperluan dan tujuan latihan.

Memang pada dasarnya FIBA menyediakan materi latihan secara komprehensif, namun juga menyediakan alternatif-alternatif sesuai perkembangan kemampuan dasar anak-anak kita.

Beberapa bagian dari buku level 2 mungkin dapat memberikan gambaran tentang outline buku ini.

Buku level 2 secara sistematis, terstruktur dan terukur sudah menyiapkan peningkatan jenjang belajar dan berlatih pada level berikutnya yaitu level 2 seperti terurai berikut ini.

Mungkin lebih baik jika kita bisa membaca dulu keseluruhan buku mulai level Minibasket, level 1, level 2 dan 3 agar kita tahu dulu konsep keseluruhannya.

Buku keempat yaitu manual pelatih level 3, berjumlah 280 halaman dengan ciri khas dominan warna hijau. Penekanan utama diarahkan pada kerjasama tim. Tactical skill yang berdasar pada individual technical skill dari masing-masing pemain yang diperoleh pada level latihan sebelumnya.

Buku level 3 ini dipenuhi berbagai skema taktis, yang akan jauh lebih mudah dipelajari jika disertai menonton video penjelasannya. Semua video tutorial pelengkap buku ini ada pada link youtube channel COACH MOSES. Silakan klik link aktif untuk membukanya.

Jika proses pelatihan kita pada level 1 dan 2 belum detail dan matang, penerapan materi latihan 3 ini mungkin agak terkendala, kalau pun dipaksakan sulit diharapkan untuk memenuhi standar kualitas permainan yang memadai.

Buku level 3 ini, sepertinya jika periode, durasi dan intensitas pelatihan sebelumnya memadai mungkin cocok untuk level mahasiswa perguruan tinggi. Namun jika anak-anak kita memang sudah mapan, ada beberapa pelajaran yang mungkin saja dapat kita terapkan untuk level sekolah menengah yang sudah advanced.

Ke 4 buku ini dapat diunduh dengan mengklik link aktif berikut ini:

  1. Mini-basketball.
  2. Level 1 3301_FIBA-WABC-Coaching-Manual-Level-1-updated-2018.
  3. Level 2.
  4. Level 3.

Baiklah rekan-rekan pelatih terkasih, semoga posting kali ini bermanfaat. Selamat melatih dan melayani. Semoga sehat sukses selalu.

 

Moses,

Banjarmasin, Juni 2020.

MODEL PENGEMBANGAN LIFE SKILL PADA PELATIHAN BOLA BASKET (Bagian 1)

Atas kasih Tuhan YME, diberi-Nya hikmat untuk berkarya lewat tulisan ini..

Seandainya ada mesin waktu, sebagai pelatih saya ingin kembali ke periode awal melatih pada tahun 1989, yang ingin saya lakukan adalah meminta maaf (lalu memperbaiki cara melatih) kepada anak-anak didik saya yang pertama di SMPN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Banjarbaru dan SMAN Martapura (Johan, Ade, alm. Arul, Ucup, dll) karena kala itu saya tidak memberikan latihan yang bisa memperkaya life skill mereka. Malah justru anak-anak itu yang kemudian memperkaya wawasan saya sebagai pelatih muda.

Adalah kerugian besar jika privilese sebagai pelatih hanya digunakan untuk menjadikan anak didik sebagai jago basket saja dan tidak dimaksimalkan untuk memberi life skill yang bernilai lebih dalam, luas dan bisa berlaku pada waktu yang lebih lama dalam hidup anak-anak kita.

Saya yakin bahwa pengayaan life skill, meski dengan nama, bentuk dan format yang berbeda sudah dilakukan oleh para pelatih basket terutama yang senior, anrtusias dan berpengalaman. Tapi bagaimana dengan para pelatih muda seperti halnya saya di masa 31 tahun yang lalu?

Itulah sebabnya saya membuat sebuah blog bernama http://latihanbasket.com dan channel youtube hingga berlanjut dengan penulisan konsep ini.

Buku LS 01

Pada model ini, tahapan dan proses pengembangan life skill diadaptasikan secara sederhana dengan prinsip-prinsip keolahragaan sehingga diharapkan menjadi lebih kontekstual dan mudah dimaknai. Selain untuk bola basket, konsep ini juga dapat diterapkan pada cabang olah raga lainnya maupun kegiatan belajar mengajar lainnya yang banyak mengandung aktivitas gerak

Konsep ini hanya sebuah awal, menjadi lebih baik apabila rekan-rekan pelatih memberi masukan dan sama-sama memperkaya.

MODEL PENGEMBANGAN LIFE SKILL PADA PELATIHAN BOLA BASKET

@ LS Model

Sebelum masuk secara spesifik ke dalam pembahasan model pengembangan life skill pada pelatihan bola basket, ada baiknya di bagian awal kita memperluas wawasan umum tentang konsep life skill, pengertian-pengertian dasar serta konsep tentang pendidikan, pengembangan, belajar, dan pelatihan.

KONSEP LIFE SKILL

Kebutuhan dasar manusia, pembangunan yang dilakukan semua bangsa bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Kualitas hidup manusia ditentukan oleh tingkat pemenuhan kebutuhan yang paling utama bagi manusia, yang disebut dengan kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar merupakan berbagai keperluan yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Kebutuhan dasar ini tidak statis, tetapi bersifat dinamis dan berkembang sesuai tingkat peradaban dan kesejahteraan manusia.

Life skill adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Dengan demikian pendidikan berorientasi life skill bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai kehidupan pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara.dengan hasil yang dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Pengertian Pendidikan Life Skill
Menurut Para Ahli

Pengertian life skill atau biasa disebut sebagai kecakapan hidup jika di lihat dari segi bahasa berasal dari dua kata yaitu Life dan skill. Life berarti hidup, sedangkan skill adalah kecakapan, kepandaian, ketrampilan. Sehingga life skill secara bahasa dapat diartiakan sebagai kecakapan, kepandaian, keterampilan hidup. Umumnya dalam penggunaan sehari-hari orang menyebut life skill dengan istilah kecakapan hidup.

Menurur Listyono, kecakapan hidup (life skill) yaitu kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problematika kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif, mencari serta menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan.

Menurut Rais Saembodo dalam Wira Kurnia S (2006) mengatakan kecakapan, keterampilan (skill) menunjukkan suatu kecakapan atau keterampilan ini diperoleh melalui latihan atau pengalaman. Sasaran utama proses pengembangan sumber daya manusia dapat diarahkan pada usahausaha membina knowledge skill ability seoptimal mungkin.

Menurut IOWA State University (2003), life skill diartikan sebagai berikut, “a skill is a learned ability to do something well”. Kecakapan tidak hanya diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu, lebih daripada itu, kecakapan dimaknai sebagai kemampuan belajar untuk melakukan sesuatu secara lebih baik. Jadi mampu melakukan sesuatu saja belum cukup untuk dikatakan sebagai cakap, melainkan kemampuan untuk melakukan sesuatu tersebut harus ditunjukan secara lebih baik dan diperoleh melalui suatu aktivitas belajar.

Sedangkan life skill oleh IOWA State University (2003), diartikan sebagai, “are abilities individuals can lear that will help them to be successful in living a produktive and satisfying life”. Kecakapan hidup dimengerti sebagai kemampuan individual untuk dapat belajar sehingga seseorang memperoleh kesuksesan dalam hidupnya, produktif dan mampu memperoleh kepuasan hidup. Indikator seseorang telah memperoleh life skill dengan demikian dapat dilihat dari sejauhmana ia mampu eksis dalam kehidupnya di tengah-tengah masyarakat. Apabila seseorang mampu produktif dan membuat berbagai kesuksesan, maka dapat dikatakan orang tersebut memiliki life skill yang baik.

Menurut Anwar (2004) life skill adalah pendidikan yang dapat memberikan bekal ketrampilan yang praktis terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat.

Broling (1989) mengemukakan bahwa life skill adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang, sehingga mereka dapat hidup mandiri.

Kent Davis (2000) mengemukakan bahwa kecakapan hidup (life skill) “manual pribadi” bagi tubuh seseorang. Kecakapan ini membantu peserta didik belajar bagaimana memelihara tubuhnya, tumbuh menjadi dirinya, bekerja sama dengan secara baik dengan orang lain, membuat keputusan yang logis, melindungi dirinya sendiri dan mencapai tujuan didalam kehidupannya.(1997) life skill yaitu berupa berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berprilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif.

Buku LS 02

Menurut Kemendiknas

Istilah life skill menurut Depdiknas tidak semata-mata diartikan memiliki keterampilan tertentu (vocational job) saja, namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti mambaca, menghitung, merumuskan, dan memecahkan masalah, mengelolah sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja mempergunakan teknologi.

Sedangkan pendidikan kecakapan hidup atau life skill menurut tim broad based education Depdiknas (2002) adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara pro aktif dan kreatif dapat mencari serta menemukan solusi untuk mengatasinya.

Apa yang diungkapkan oleh Depdiknas tentu masih relevan dengan arahan pendidikan nasional saat ini. Hanya saja ada penguatan tertentu sesuai dengan pengembangan pendidikan sekaligus kebutuhan zaman yang semakin kompleks era ini.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian life skill adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Dengan demikian pendidikan berorientasi life skill bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai kehidupan pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara.dengan hasil yang dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Jenis-Jenis Life Skill

Broling (1989) dalam pedoman penyelenggaraan program kecakapan hidup pendidikan non formal mengelompokkan life skill menjadi tiga kelompok, yaitu:

(1) Kecakapan hidup sehari-hari (daily living skill), antara lain meliputi ; pengelolahan rumah pribadi, kesadaran kesehatan, kesadaran keamanan, pengelolahan makanan-gizi, pengelolahan pakaian, kesadaran pribadi warga negara, pengelolahan waktu luang, rekreasi, dan kesadaran lingkungan.

(2) Kecakapan hidup sosial/ pribadi (personal/ social skill), antara lain meliputi ; kesadaran diri (minat, bakat, sikap, kecakapan), percaya diri, komunikasi dengan orang lain, tenggang rasa dan kepedulian pada sesama, hubungan antar personal, pemahaman masalah, menemukan dan mengembangkan kebiasaan positif, kemandirian dan kepemimpinan.

(3) Kecakapan hidup bekerja (vocational skill), meliputi: kecakapan memilih pekerjaan, perencanaan kerja, persiapan keterampilan kerja, latihan keterampilan, pengusahaan kompetensi, menjalankan suatu profesi, kesadaran untuk menguasai berbagai keterampilan, kemampuan menguasai dan menerapkan teknologi, merancang dan melaksanakan proses pekerjaan, dan menghasilkan produk barang dan jasa.

WHO (World Health Organization) mengelompokkan kecakapan hidup kedalam lima kelompok, yaitu :

(1) Kecakapan mengenal diri (self awareness) atau kecakapan pribadi (personal skill),

(2) Kecakapan sosial (sosial skill),

(3) Kecakapan berpikir (thinking skill),

(4) Kecakapan akademik (academic skill), dan

(5) Kecakapan kejuruan (vocational skill).

Slameto (2002) membagi life skill menjadi dua bagian yaitu: kecakapan dasar dan kecakapan instrumental. Life skill yang bersifat dasar adalah kecakapan universal dan berlaku sepanjang zaman, tidak tergantung pada perubahan waktu dan ruang yang merupakan fondasi bagi peserta didik baik di jalur pendidikan persekolahan maupun pendidikan non formal agar bisa mengembangkan keterampilan yang bersifat instrumental. Life skill yang bersifat instrumental adalah kecakapan yang bersifat relatif, kondisional, dan dapat berubah-rubah sesuai dengan perubahan ruang, waktu, situasi, dan harus diperbaharui secara terus-menerus sesuai dengan drap perubahan. Kalau dikaji lagi pada dasarnya kecakapan hidup (life skill) hanya ada empat jenis, yakni

(1) kecakapan pribadi (personal skill),

(2) kecakapan sosial (sosial skill),

(3) kecakapan akademik (academic skill), dan

(4) kecakapan kerja (vocational skill).

 

Misi dan Prinsip Pendidikan Life Skill

Life skill memiliki misi untuk meningkatkan kualitas keterampilan, kecakapan hidup dan profesionalitas, bagi anggota masyarakat yang membutuhkan dalam rangka meraih kesejahteraan jasmani dan rohani, dengan menerapkan prinsip belajar sepanjang hayat dan untuk meningkatkan daya saing bangsa diera global. Menurut Anwar (2004), prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skill) adalah sebagai berikut:

a) Tidak mengubah sistem pendidikan yang berlaku

b) Tidak mengubah kurikulum yang berlaku

c) Pembelajaran menggunakan prinsip empat pilar, yaitu: belajar untuk tahu, belajar untuk menjadi diri sendiri, belajar untuk melakukan, belajar untuk mencapai kehidupan bersama.

d) Belajar konstektual (mengaitkan dengan kehidupan nyata) dengan menggunakan potensi lingkungan sekitar sebagai wahana pendidikan.

e) Mengarah kepada tercapainya hidup sehat dan berkualitas, memperluas wawasan dan pengetahuan, dan memiliki akses untuk memenuhi standar kehidupan yang layak.

Sasaran dan Tujuan Pendidikan Life Skill

Sasaran life skill yaitu anggota masyarakat usia produktif 18-45 tahun, perempuan maupun laki-laki, putus sekolah maupun belum memilki pekerjaan, dengan kriteria :

a) Memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja

b) Memiliki komitmen mengikuti kegiatan belajar sampai dengan selesai yang dibuktikan dengan surat pernyataan kesedihan kesanggupan belajar.

c) Domisi warga masyarakat desa yang berada pada lingkup satu kecamatan.

 

Secara umum tujuan pendidikan life skill yaitu untuk memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya yaitu untuk mengembangkan potensi manusiawi (peserta didik) untuk menghadapi peranannya dimasa yang akan datang.

Tujuan dari orientasi life skill adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang berarti bagi peserta didik yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun tujuan pendidikan life skill secara khusus bila dirinci adalah sebagai berikut:

a) Melaksanakan program-program pendidikan dan pelatihan yang mampu mengembangkan ketrampilan, keahlian dan kecakapan serta nilai-nilai keprofesian untuk mendorong produktivitas sebagai tenaga kerja yang handal atau kemandirian berusaha.

b) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti program khusus berbasis kompetensi, serta fasilitasi penempatan kerja pada dunia usaha / industri dan / atau berusaha mandiri.

Life skill adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Dengan demikian pendidikan berorientasi life skill bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai kehidupan pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara.dengan hasil yang dapat mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Apa komponen utama dari life skills? World Health Organisation (WHO) mengkategorikannya ke dalam tiga komponen :

a) Ketrampilan berpikir kritis/ ketrampilan membuat keputusan termasuk ketrampilan pemecahan masalah dan pengumpulan informasi. Seseorang harus berketrampilan mengevaluasi konsekuensi masa depan atas tindakannya dan tindakan orang lain terhadapnya saat ini. Mereka perlu kemampuan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah untuk menganalisis pengaruh dari nilai-nilai mereka dan bagi nilai orang-orang di sekitar mereka.

b) Ketrampilan interpersonal/ komunikasi– mencakup komunikasi verbal dan non verbal, mendengar secara aktif, kemampuan mengekspresikan perasaan dan memberikan umpan balik. Juga termasuk dalam kategori ini yaitu kemampuan bernegosiasi/ menolak dan dan ketrampilan bersikap tegas yang secara langsung berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk mengelola konflik. Empati, yang merupakan kemampuan untuk mendengar dan mengerti kebutuhan orang lain, juga merupakan kunci bagi ketrampilan interpersonal. Termasuk juga di dalamnya kerjasama dalam tim dan kemampuan bekerjasama, kemampuan menyatakan hormat bagi orang-orang di sekitarnya. Pengembangan ketrampilan ini memberikan kemampuan bagi anak untuk beradaptasi dalam masyarakat. Ketrampilan-ketrampilan ini memberikan hasil dalam situasi penerimaan norma-norma sosial yang menjadi dasar perilaku sosial orang dewasa.

c) Ketrampilan penanganan (Coping) dan manajemen diri merujuk pada ketrampilan-ketrampilan yang meningkatkan kontrol dari dalam diri, sehingga orang itu yakinn bahwa ia mampu membuat perubahan dan mempengaruhi perubahan itu. Self esteem, self-awareness, dan ketrampilan self-evaluationdan kemampuan untuk menetapkan tujuan juga merupakan bagian dari kategori umum dari ketrampilan mengelola diri  (self-management skills). “Anger, grief and anxiety must all be dealt with, and the individual learns to cope loss or trauma. Stress and time management are key, as are positive thinking and relaxation techniques.”

LeMahieu (1999) melaporkan bahwa hasil-hasil penelitian menunjukkan beberapa manfaat dari  Life Skills-Based Education yaitu : berkurangnya perilaku kekerasan; meningkatnya perilaku pro-sosial yang positif dan yang negatif berkurang; berkurangnya perilaku merusak diri sendiri; meningkatnya kemampuan membuat perencanaan masa depan dan memilih solusi atas permasalahan yang dihadapi; meningkatnya citra diri, kesadaran diri, kemampuan penyesuaian sosial; meningkatnya perolehan pengetahuan; membaiknya perilaku di dalam kelas; kemajuan dalam hal kontrol diri dan penanganan masalah-masalah inter-personal dan coping kecemasan; meningkatnya pemecahan masalah dengan rekan sebaya. Penelitian juga telah membuktikan bahwa sex education yang didasarkan pada life skill memberikan hasil berupa perubahan yang lebih efektif dalam penggunaan kontrasespsi bagi remaja; penundaan aktivitas pengalaman seksual pertama; pencegahan penggunaan alkohol dan marijuana serta pengembangan sikap dan perilaku yang diperlukan untuk menghadapi penyebaran HIV/AIDS.

Beberapa landasan teoretik yang berkaitan dengan konsep life skill yang digunakan dalam penelitian  ini berhubungan dengan Contextual Learning.

Contextual learning atau pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang dekat dengan pengalaman aktual. Pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi yang membantu guru untuk menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa untuk menghubungkan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan mereka baik sebagai anggota keluarga, warga negara atau pekerja serta mengaitkannya dengan kebutuhan yang diperlukan dalam belajar.(Blanchard, 1991).

Menurut Simpson, (1992) dalam teori pembelajaran kontekstual, pembelajaran terjadi hanya apabila siswa (pembelajar) memproses informasi baru atau pengetahuan dengan suatu cara yang masuk akal menurut kerangka pikirnya sendiri (keadaan dalam dunianya sendiri, pengalaman atau tanggapan). Pendekatan pembelajaran kontekstual  terhadap belajar dan mengajar  menganggap bahwa pada dasarnya pikiran mencari suatu makna dalam suatu konteks—yaitu, dalam hubungannya dengan lingkungan sekarang darinya.—dan ini terjadi seperti itu dengan mencari hubungan-hubungan yang dapat diterima (masuk akal) dan kemudian dipahami bahwa ternyata hal itu berguna. Beberapa hal yang menjadi karakter pembelajaran kontekstual menurutnya yaitu  yaitu :

a) Menitikberatkan pada pemacahan masalah

b) Diorganisasikan dengan keadaan dunia sekeliling

c) Memungkinkan berbagai variasi sumber belajar

d) Lebih mendorong terlaksananya pembelajaran di luar kelas

e) Menghargai pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran

f) Mendorong adanya pembelajaran kolaboratif

Pendidikan, Pelatihan, Pengembangan dan Belajar

Berikut ini disampaikan beberapa pengertian-pengertian dasar serta konsep umum tentang pendidikan, pengembangan, belajar, dan pelarihan.

Buku LS 03

Penjelasan lainnya:

  1. Pelatihan merupakan bagian dari suatu proses pendidikan, yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus seseorang atau kelompok orang.
  2. Merupakan suatu proses berkelanjutan untuk meniadakan/memperkecil kesenjangan antara kemampuan seseorang, dengan kemampuan yang diharapkan oleh perusahaan di dalam suatu jabatan/ pekerjaan tertentu.
  3. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci, dan rutin, dan untuk masa sekarang.
  4. Dalam dunia kerja, pelatihan adalah suatu kegiatan yang direncanakan oleh perusahaan/ institusi untuk memfasilitasi proses belajar karyawan terhadap kompetensi dalam pekerjaannya (noe, 2002).

Buku LS 04Buku LS 05

PENJELASAN UNSUR MODEL SECARA BERTAHAP

Secara keseluruhan, model ini terdiri dari 6 bagian dengan uraian per bagian sebagai berikut:

Buku LS 06

Bagian berikutnya nanti, kita akan membahas model dan unsur-unsurnya. Seperti terlihat pada gambar di atas, ada enam kelompok bagian unsur latihan. Nanti di tulisan berikutnya akan akan kita bahas satu per satu.

Salam.

Banjarmasin, 25 Juni 2020

Coach Moses,

LBP, Pelatihan Basket Virtual Gratis

Apakah hasil terpenting, terbaik dan paling berharga dari kegiatan berbolabasket? Apakah trofi? hadiah uang? nama besar? popularitas? Bukan, itu semua hanya hasil ikutan. Menurut kami, bersama teman-teman alumni Pelatih DBL Camp 2017, sepakat bahwa hasil terbaiknya adalah silaturahmi yang baik, sehat dan rukun sepanjang hayat. Baik silaturahmi dengan anak didik, sejak dilatih hingga mereka tumbuh besar, dewasa sampai tua. Silaturahmi dengan sesama pelatih, wasit, pengurus klub, sekolah atau organisasi yang memayungi komunitas kita, Perbasi.

Dalam menjaga silaturahmi itulah kami kerap berdiskusi. Terutama di masa pendemi ini. Sesaat setelah mengikuti berbagai webinar, kami juga mengadakan diskusi-diskusi dan saling lempar ide, salah satu ide itu adalah membuka sekolah basket. Lha bagaimana caranya? Situasi masih seperti ini, modal tidak punya untuk bangun lapangan, dll. Jangankan bangun lapangan buat beli bola saja harus nabung dulu, apalagi kerjaan melatih lagi sepi begini, ha ha ha… akhirnya diskusi kami hanya bisa diakhiri dengan tertawa bareng dan saling menghibur sambil berharap perbolabasketan segera rame kembali. 

Apakah para coaches yang selalu mengajarkan agar anak-anaknya tangguh dan pantang menyerah kemudian semudah itu berpasrah diri? Tidak. Masing-masing kami tetap punya impian besar untuk membangun sekolah basket, dan embrio untuk memulainya adalah Program Latihan Basket Privat atau disingkat LBP.

LATIHAN BASKET PRIVAT (INDIVIDUAL)

Latihan Basket Privat (LBP) adalah sebuah kegiatan yang diinisisasi oleh kelompok Alumni Pelatih DBL Camp 2017 bersama LATIHANBASKET.COM sebagai sebuah upaya untuk memajukan bola basket di Indonesia dengan memaksimalkan peran para pelatih dari seluruh Indonesia untuk memberikan latihan individual secara intensif pada ruang yang berbeda namun serasi serta saling mendukung dengan kegiatan-kegiatan pelatihan di klub dan atau lembaga lainnya.

Kover kolase 2 LBP Panah PENGANTAR ed c

Silakan klik gambar di atas untuk mendengar penjelasan pengantar mengenai program LBP.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan sebuah standar untuk kegiatan pelatihan secara privat secara terstruktur, sistematis dan terukur, sesuai dengan kaidah-kaidah proses latihan olahraga serta menerapkan prinsip-prinsip belajar-mengajar yang bisa dipertanggungjawabkan.

LBP pada tahap awal bergerak secara online dan memberikan bimbingan virtual kepada para peserta latihan. Kegiatan online gratis dan tidak berbayar, namun jika peserta latihan menginginkan kegiatan pelatihan secara langsung (offline) maka peserta latihan/ pemain yang bersangkutan membayar langsung kepada pelatihnya masing-masing.  Para pelatih program LBP adalah pelatih-pelatih yang bekerjasama dengan LATIHANBASKET.COM dan memiliki sejumlah materi yang disediakan untuk program LBP. (Coaches lainnya, ayo bergabung. Caranya mudah sekali kok, kontak saja admin ya).

LBP menyediakan kurikulum baku yang sesuai dengan standar pelatihan bola basket internasional yang disediakan oleh FIBA yang kemudian diaplikasikan oleh para pelatih yang bergabung bersama LBP.

Semua peserta/ pemain yang telah mengikuti program LBP akan mendapatkan sertifikat, lengkap dengan raport hasil penilaian yang diberikan oleh masing-masing pelatihnya dalam program LBP.

Para pelatih yang tergabung ke dalam LBP hanya para pelatih yang pernah mendapatkan lisensi pelatih dari Perbasi baik pada level A, B atau C. Semua pelatih LBP akan diperkenalkan pada akun resmi LATIHANBASKET.COM  dan channel youtube yang terkait. Kami akan membuatkan profil perkenalan untuk setiap pelatih yang tergabung dalam program LBP.

Para pelatih yang tergabung dalam program LBP mendapatkan kartu anggota dan menerapkan standar LBP sebagai standar minimal, boleh menambahkan atau membuat penyesuaian sesuai kebutuhan pelatihan secara langsung/ offline.

Para pelatih tersebut akan mendapatkan seluruh materi pelatihan secara gratis dan boleh membagikannya kepada para murid/ pemain yang tergabung dalam program LBP dalam kaitannya dengan pelaksanaan program latihan secara langsung.

Setelah peserta berhasil menjalankan program latihan sesuai standar program LBP, kami akan mengirimkan sertifikat kelulusan sesuai dengan rekomendari nilai yang diberikan oleh para pelatihnya.

Para pelatih dan peserta wajib mengirimkan sekurangnya 2 (dua) rekaman video latihan untuk setiap tahap, yang secara jelas memperlihatkan proses latihan, lengkap dengan penjelasan yang disampaikan oleh pelatih dan bisa ditambahkan dengan penjelasan atau tanggapan dari peserta yang bersangkutan. Video tersebut akan dipublikasikan pada blog LATIHANBASKET.COM dan channel youtube Coach Moses atas ijin dari pemilik video dan pelatih/ atau peserta latihan yang ada pada video rekaman latihan tersebut.

Secara garis besar, kisi-kisi program LBP adalah sebagai berikut:

  1. Stance dan Visi
  2. Steps
  3. Slide
  4. Pivot dan Penguatan Footwork
  5. Ball Handling
  6. Dasar Dribel
  7. Get Open dan Stop
  8. Dasar Triple Threats
  9. Passing dan Variasinya
  10. Dribel Lanjutan dan Variasinya
  11. Rebounding
  12. Gerak Defense
  13. Drive
  14. Shooting
  15. Center dan Post
  16. Aplikasi Skill dan Membuat Keputusan

Semua materi latihan sesuai menu pada program LBP telah disusun sedemikan rupa sehingga fleksibel dan bisa disesuaikan dengan situasi pada masing-masing pelatihan langsung. Setiap materi dilengkapi dengan video tutorial yang bisa digunakan baik oleh pelatih atau pemain sehingga bisa memudahkan proses dan memungkinkan pengayaan latihan dengan latihan visualisasi/ imagery training yang sangat berguna untuk proses belajar mengajar.

Kover kolase 2 LBP Panah MENU LATIHAN ed c

Silakan klik gambar di atas untuk mendengar penjelasan umum mengenai menu latihan pada program LBP.

Sebelum program LBP secara langsung/ offline dimulai, pelatih dan peserta akan membahas secara bersama tentang materi apa saja yang dipilih oleh peserta latihan, goal setting, jadual latihan, intensitas latihan dan sebagainya, sesuai dengan form checklist yang kami sediakan untuk mempermudah proses.

Setelah peserta latihan dan pelatih sepakat, perlu diadakan terlebih dahulu assesment dan observasi yang dilakukan bersama untuk mengukur kondisi fisik awal dan skill level peserta program LBP, dan pada akhir program kembali dilakukan assesment untuk mengukur progress hasil program latihan. Instrumen assesment dan prosedur observasi kami sediakan dengan tetap memberikan ruang untuk penilain secara pribadi oleh masing-masing pelatih terhadap peserta latihannya.

Pada pelaksanaannya, program LBP dilaksanakan secara terrencana dengan menerapkan prinsip-prinsip latihan dan disesuaikan dengan tingkatan status fisik, kondisi peserta latihan, umur, tingkat kecakapan dan kebutuhan latihan yang diperlukan untuk meningkatkan performa setiap peserta yang mengikuti program LBP.

Untuk mencapai peningkatan performa tersebut, program LBP secara proporsional akan mengolah 4 (empat) komponen prestasi yaitu:

  1. Fisik, diberikan latihan sesuai kebutuhan sehingga bisa meningkatkan kapasitas fisik agar kegiatan latihan teknik bisa maksimal. Bagaimana ukuran beban, jenis dan intensitas latihan akan ditentukan oleh penilaian awal yang dilakukan secara bersama oleh peserta dengan pelatihnya.
  2. Teknik, diberikan latihan teknik secara mendetail sehingga peserta latihan bisa memperbaiki teknik yang sudah dimiliki dan mendapatkan teknik baru untuk meningkatkan skill.  Dengan pemahaman dasar bahwa skill adalah kemampuan pemain untuk menerapkan teknik-teknik permainan bola basket secara presisi (tentang waktu atau timing), secara akurat (tentang ketepatan unsur gerakan) dan secara adjustable pada saat eksekusinya, akan ditingkatkan dengan prinsip adaptasi sehingga tercapai otomatisasi gerak teknikal  lewat repetisi latihan gerak yang memadai.
  3. Taktik, latihan taktik adalah latihan untuk sebuah tim, namun secara individual diperlukan kemampuan-kemampuan agar bisa menerapkan taktik dengan lebih baik. Hal ini disebut dengan individual tactical skill sehingga pemain lebih mampu menerapkan taktik regu.
  4. Mental, latihan untuk memantapkan mental skill akan diberikan sejak awal program. Dimulai dengan goal setting yang melibatkan peserta secara langsung. Dengan menetapkan goal setting bersama si pemain/ peserta latihan mengetahui secara persis tujuan apa yang akan dicapai. Selain itu juga diberikan pelatihan mental baik dengan imagery training hingga, peningkatan rasa percaya diri dan pembelajaran berpengalaman (experential learning) hingga latihan self talk. Sebelum program dimulai, juga diberikan pengantar tentang edukasi program dan beberapa pengetahuan yang perlu diketahui para pemain agar memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan performanya.

Pada masing-masing latihan sesuai menu program LBP akan diberikan uraian sehingga pemain, pelatih dan pihak terkait bisa mendapat informasi lebih detail mengenai “why” dan “how to” yang diterapkan pada program latihan.

LBP adalah program latihan privat intensif untuk pengembangan secara individual, namun kami juga membuka kerjasama seluas-luasnya untuk pengembangan performa atlet secara klasikal dengan sentuhan yang privat dan individual untuk sebuah tim sekolah/ daerah/ klub atau lembaga lainnya.

Kalau dilihat secara skematik, begini kira-kira alur kerja Program LBP.

Skema LBP

Pada dasarnya program LBP adalah pelayanan yang diberikan oleh LATIHANBASKET.COM atas dukungan teman-teman alumni Pelatih DBL Camp 2017 bagi semua pelatih, agar bisa memberikan latihan basket privat yang sepengetahuan kami sangat berarti nilainya bagi nafkah para pelatih (terutama para full timer coach yang kita tahu bagaimana beratnya perjuangan para pelatih yang baru mulai merangkak), dan peluang untuk mengembangkannya (bagi yang bermimpi besar dan sepertinya mimpi semua pelatih dah) untuk membangun sekolah basket-nya. Kami sangat mendorong agar tercipta sebanyak-banyaknya sekolah basket di Indonesia raya ini.

Tentang kata “sertifikasi” yang tertulis di skema, jangan diartikan muluk-muluk ya, yang dimaksud di sini hanya mencetak sertifikat tanda kelulusan latihan oleh si peserta (anak mana sih yang tidak girang jika setelah menyelesaikan latihannya lantas mendapat piagam?). Itu saja. Bukan makna sertifikasi untuk mencetak pelatih yang “certified” sesuai standar tertentu karena LATIHANBASKET.COM tidak punya kompetensi untuk itu.

Jika pada skema tertulis kurikulum, kami memberanikan diri menyebutnya demikian meski masih jauh dari sempurna, namun pada hemat kami, dimulai saja dulu dengan menjiplak standar dari FIBA, nanti dimatangkan oleh proses.  Mudahan juga akan terbantu oleh PP Perbasi yang saat ini sedang menyusun kurikulum latihan basket.

Penjelasan singkat mengenai bagaimana program LBP ini dijalankan, bisa melihat dengan meng-klik link ini:

01. Latihan Basket Privat Online Gratis (Pengantar)

02. Menu Program Latihan Basket Privat

 

 

 

 

 

Halaman Baru yang Penting di LATIHANBASKET.COM

Teman-teman coaches dan adik-adik, anak-anak basket yang mungkin nantinya ingin jadi pelatih, saya baru saja menambahkan dua halaman penting di blog ini. Menunya ada di kanan atas, terletak di bawah judul “Halaman”.

Kalau buka dari HP dan mau langsung satu kali klik di layar, silakan klik judul halaman berikut ini:

BELAJAR STATISTIK BASKET

PERPUSTAKAAN BASKET (BASKETBALL LIBRARY) 

Halaman BELAJAR STATISTIK BASKET ini dibuat khusus mengingat pentingnya pengetahuan ini untuk para coaches, terutama dengan perkembangan bola basket modern yang kian pesat, kita bakal tertinggal dari negara lain jika tidak segera beradaptasi.

Sedangkan halaman PERPUSTAKAAN BASKET, ini berisi 100 lebih buku yang nantinya akan ditambah terus.

Selain berisi buku-buku, perpustakaan ini juga berisi video. Perpustakaan ini terkait dengan channel youtube yang juga berisi materi latihan basket dan tutorial latihan dalam bentuk video yang saat ini berjumlah lebih dari 200 buah. Kalau mau buka channel youtube COACH MOSES bisa dengan meng-klik link pada nama yang di-highlight atau pada gambar di bawah ini.

Kover kolase

Untuk pengembangannya, mohon kawan-kawan subscribe dan klik juga tombol like ya. Berikan komen, bebas. Ini penting untuk menaikkan peringkat tampilnya video sehingga lebih mudah untuk proses selanjutnya. Trims ya atas bantuannya.

Semoga bermanfaat, mohon tanggapan balik ya.

Buku “Seni” Basket yang Indah

Ulas Buku FIBA Coaching & Officiating

Kesimpulan bahwa basket itu juga sebuah media seni, sulit dihindari ketika dan sesudah membaca buku istimewa keluaran FIBA ini. Bukunya sendiri merupakan sebuah karya seni yang indah. Bagaimana halaman ditata, ratusan foto yang detail, berekspresi kuat, serta ratusan diagram yang dibuat dengan apik. Buku ini sebuah karya serius yang memakan ribuan jam kerja para ahli. Setiap lembaran dari 953 halaman buku ini memiliki keunikan masing-masing. Buku ini memiliki keunikan, yaitu gaya papar seperti karya ilmiah namun gaya saji seperti majalah olahraga populer. Tak kalah menghibur dibanding  satu-satunya majalah basket yang kita punya, Main Basket (Thank God! kita punya juga…)

Itu baru bukunya, isinya bakal lebih menggugah. Mau tak mau kita akan berdecak kagum membaca ratusan artikel sebagai hasil karya para pelatih yang mencurahkan tak terhitung tenaga, waktu, pikiran dan pencurahan energi serta sumberdaya pada setiap artikel yang berasal dari seluruh dunia.  Sangat berwarna-warni, dinamis dan artistik seperti karya lukisan abstrak yang esensinya sangat realistis. Lihat saja ulasan tentang bagaimana permainan transisi dibentuk, membangun pertahanan man to man, bagaimana di Australia para pengurus basketnya mengajak semua kalangan menjadi partisipan aktif, bagaimana basket di Iran, dan lain sebagainya.

Ketika melihat deretan grafis yang menerangkan skema permainan, kita melihat bagaimana seorang pelatih tak ubahnya seorang koreografer tari, melatih anak-anaknya menjadi bagian dari sebuah karya tari kolosal yang surealis namun penuh emosi karena sekaligus tarian itu mengadu dua tim secara kompetitif. Tarian yang sangat dinamis karena selalu mengandung spontanitas, berubah-ubah setiap kali ditampilkan dan sulit diduga hasil akhirnya. Ya, gerakan para pebasket itu sendiri, semakin mapan level permainannya semakin ritmik permainannya. Bahkan pola gerak ritmik ini juga telah menjadi salah satu unsur dalam latihan fisik atlet.

Buku ini saya dapatkan dari sebuah sumber open source di website basket Eropa, dan pada posting ini saya hanya memperpanjang alur berbagi saja. Ini link untuk mengunduh bukunya.

Klik saja bagian teks yang di-highlight ini untuk mengunduh @ 00 FIBA WABC coaching and officiating

Ayo, teman-teman pelatih, unduh buku ini. Simpan di laptop, tablet atau HP mu. Baca, perlihatkan pada anak-anak kita. Petik sari ilmunya, kunyah lalu sajikan untuk anak didik kita.

Buat anak-anak basket, ayo unduh. Baca lalu ceritakan pada pelatih kalian. Petik mana yang berguna untuk pengembangan dirimu sendiri dan bagian mana untuk pengembangan tim kalian. Bicarakan pada teman-teman, usulkan hal-hal yangbaik dan cocok pada pelatihmu. Jangan takut-takut, semua pelatih juga tahu dan jaman sekarang pemain sudah ditempatkan sebagai partisipan aktif, bukan sekedar objek dalam proses pelatihan. Kalian sudah dilibatkan dalam penetapan goal-goal tim, goal setting yang juga untuk pemantap pengembangan diri kalian. Ini sesuatu yang jauh berbeda jika dibanding jaman saya berlatih sekitar beberapa dekade lalu.

Berikut ini sejumlah kutipan foto halaman yang mungkin bisa memberikan kalian bayangan sehingga mengerti kenapa saya memberikan kredit dan apresiasi tinggi untuk buku ini, para editor, fotografer, penulis, desainer grafis, serta para pelatih yang membuat tulisan-tulisannya.

Semoga bermanfaat buat teman-teman pelatih ya.

Anak-anak basket yang saya sayangi, lihat tuh cuplikan isi bukunya, keren kan. Ayo unduh, simpan, baca-baca, pelajari lalu berbagi dengan teman-teman dan pelatihmu.

Banjarmasin, 16 Mey 2010

Moses.