NEXT LEVEL ITU… (1)

lengkapnya Next Level Basketball Awareness atau disingkat NLBA. Pada prakteknya NEXT LEVEL diterapkan oleh para pelatih di akademi/ sekolah basket atau tempat melatihnya masing-masing.

NLBA adalah juga wadah dari para pelatih yang secara sadar dan bersama-sama ingin mengembangkan diri dan kegiatan pelatihan yang dilakukannya.

Pengembangan diri yang dilakukan adalah KSA, Knowledege (pengetahuan), Skill (kecakapan) dan Ability (kemampuan).

Pengembangan kepelatihan menyangkut penerapan KSA yang dimilikinya secara terstruktur, terukur dan sistematis. Terstruktur artinya susunan dan tahapannya jelas sesuai dengan kebutuhan serta kondisi anak. Jika diibaratkan proses membangun rumah, tentulah pondasi dulu baru berikutnya tiang. Setelah tiang jadi batulah atap. Pondasi yang kuat menjadikan bangunan kuat. Jika tiang kuat, kokoh pula bangunannya.

Terukur artinya takaran latihan serta pilihan materi yang diberikan proporsional, sesuai dengan dasar hasil assesment serta norma keilmuan yang berlaku. Masih dengan ibarat rumah, jika tiang kecil, berikan pula beban yang sesuai. Ukur dulu baik-baik agar tak doyong rumah kita. Jika ingin beban besar, besarkan dulu tiangnya.

Sistematis artinya metode pelatihan mengacu pada suatu sistem yang teratur, terencana sejak awal hingga penatalaksanaannya. Sebagai salah satu bentuk pembelajaran, pelatihan dilaksanakan lewat pembelajaran berpengalaman yang kontekstual.

Supaya proses pengembangan KSA (knowledge, skil dan ability) lebih mudah, para pelatih ini sepakat untuk menggunakan platform yang sama yaitu dari FIBA Coach Education. Dengan kerjasama semacam ini diharapkan para pelatih saling bisa asih asah asuh. Kelebihan yang pelatih satu dibagikan pada pelatih yang lain, kesulitan yang lain dibantu solusinya oleh pelatih lainnya. Jika Tuhan berkenan, para pelatih dapat berkumpul di satu kota, saling kunjungi dan silaturahmi dalam bentuk Basketball Camp. Tukar pikiran, berlatih tanding bersama, serta melaksanakan kegiatan yang membangun dan menyenangkan baik untuk para pelatih maupun anak-anak latihnya.

Kita bayangkan misalnya 2 anak basket dari Banjarmasin ingin merasakan berlatih tanding di Jawa, pelatihnya bingung dong karena pemainnya kurang. Tapi jika si pelatih segera berkabar dan mencari tahu seandainya ada 3 anak dari Aceh, 2 anak dari Makassar dan 1 anak dari Papua juga ingin hal yang sama, bisa saja si pelatih berkoordinasi dengan pelatih NLBA lainnya di Semarang, Surabaya atau Solo supaya bekerjasama dan mengadakan latih tanding di Jawa setelah dibantu oleh rekannya. Dengan sinergi semacam ini upaya kita jadi lebih mudah. Manajemen NLBA juga melayani rekan-rekan pelatih di daerah yang umpamanya ingin membawa timnya untuk melakukan tur basket sekaligus wisata.

Anak-anak Surabaya misalnya ingin bertanding ke Solo, pelatih NLBA Solo paling tidak bisa memberikan informasi atau kontak dengan tim lokalnya dan pengelola arena tempat latih tanding. Kerjasama semacam inilah yang diharapkan bisa terjalin antar pelatih. Beberapa keuntungan sinergis lainnya bisa saja berupa info tentang beasiswa, update teknologi kepelatihan terbantu, dll.

Keberagaman latar belakang keahlian, profesi dan daerah asal para pelatih yang tergabung dalam NLBA menjadi salah satu modal pengayaan dan pengembangan ke depannya nanti. Saat ini ada 40-an pelatih dari berbagai provinsi. Ada pelatih yang berlatar belakang guru olah raga, kepelatihan, juru masak, psikologi, kesehatan, manajemen, sopir, ahli keuangan, informatika, teknisi, seni, aviation/ flight control, barista, kontraktor, konsultan, dan lain sebagainya,  

Latihan yang diterapkan pada NLBA ditujukan untuk meningkatkan basketball skill dan life skill lewat pelatihan bolabasket yang memaksimalkan semua potensi positif anak serta lingkungannya, sehingga kecakapan yang diperoleh di lapangan bermanfaat untuk situasi di luar lapangan dan periode ketika anak berlatih basket bisa berguna sepanjang hidupnya.

Pendidikan lifeskill dipandang penting di seluruh dunia sehingga lembaga dunia seperti UNICEF, UNESCO dan WHO membuat daftar sepuluh strategi pokok life skill yaitu :

  1. problem solving,
  2. critical thinking,
  3. effective communication skills,
  4. decision-making,
  5. creative thinking,
  6. interpersonal relationship skills,
  7. self awareness building skills,
  8. empathy,
  9. coping with stress and
  10. coping with emotions.

Seluruh materi pokok lofe skill tersebut di atas bisa dikembangkan lewat pelatihan bolabasket lewat pelatihan bola basket holistik (membina tubuh, jiwa dan roh, coach Danny Kosasih, 2015) yang sehat. Dengan penerapannya anak diharapkan mampu belajar menjadi dewasa, menumbuhkembangkan life skill dan semua potensi positifnya.  Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan NLBA adalah 4H, yaitu heart, hand, head, health sebagaimana diuraikan pada gambar di bawah ini.

Para pelatih yang tergabung dalam NLBA sepakat untuk mengeliminasi benih-benih negatif dan menekannya dengan mendorong potensi positif anak dengan menyediakan lingkungan berlatih yang memberikan ruang untuk penumbuhan konsep diri secara sehat.

Pelatih NLBA haruslah mengerti bahwa berlatih basket memerlukan disiplin, tempaan mental dan fisik yang proporsional, namun juga memahami bahwa tekanan dan kecemasan berlebihan kala berlatih basket dapat menimbulkan kompensasi buruk.

Berbarengan dengan pelatihan teknik seperti footwork, steps, passing, dribbling dan sebagainya, juga akan dikembangkan kapasitas fisik dan kebugaran anak. Pada saat yang sama juga akan dibina pula rasa percaya diri anak, kemampuan berpikir cepat, kritis dan tajam sehingga anak mampu mengambil keputusan dengan bijak. Kesalahan bukanlah tabu, bahkan berguna untuk proses anak untuk mengevaluasi, membandingkan, serta melakukan koreksi dengan baik. Tekanan demi tekanan baik dari lawan maupun lingkungan tempat berlatih atau bertanding sejak berlatih hingga bertanding maupun pasca pertandingan, seyogyanya akan mampu dikelola oleh para pelatih NLBA untuk membentuk mental anak-anaknya sehingga mereka memiliki kecakapan mental untuk tetap tenang pada situasi genting, tetap mampu berpikir jernih dan mengambil keputusan yang benat. Alih-alih panik dan bertindak emosional, anak-anak yang juga mendapatkan pelatihan mental yang baik niscaya akan mampu mengendalikan diri, bersikap lebih dewasa dan bahkan mampu saling mengangkat status mental bersama kawan-kawan setimnya.

Berikut ini adalah model pengembangan lifeskill lewat pelatihan basketball skill yang dikembangkan pada pelatihan NLBA. Pada model ini pendidikan formal di sekolah, sejalan dengan pelatihan bolabasket dan pembinaan softskill dapat berjalan bersamaan dengan pengembangan hardskill untuk anak-anak yang berlatih bolabasket.

Proses semacam ini akan panjang dan berliku, namun dengan tekad belajar dan niat yang kuat, maka konsistensi karakter pelatih dalam menyikapi berbagai situasi latihan atau pertandingan akan menjadi teladan, sumber belajar langsung bagi bagi anak-anaknya.

Tak boleh terjadi amarah tak beralasan ketika anak bertanya atau memberikan kritik pada pelatihnya. Anak adalah partisipan pada setiap proses latihan, bukan semata objek. Sekali pelatih marah-marah tanpa alasan dan tujuan yang jelas, selamanya pola hubungan anak dengan pelatih akan jauh dari ideal. Lingkungan latihan basket yang semestinya sehat untuk tumbuh kembang konsep diri anak akan rusak. Pada lingkungan yang sehat, setiap pendapat apalagi pemikiran yang kritis justru seharusnya diapresiasi dan dikuatkan oleh pelatih.

Ciri khas yang harus kentara terlihat nyata pada setiap pelatihan NLBA adalah kemandirian. Berikan kesempatan pada anak-anak untuk berkomunikasi. Sejak membangun relasi, memahami rekan setimnya, pembentukan pola relasi antar peserta latihan, pemahaman atas masalah yang ada serta kemampuan anak-anak menciptakan silusi, cara membangun komunikasi hingga kemampuan anak-anak untuk bernegisoasi baik dengan rekan setim, perlatih maupun unsur staf kepelatihan lainnya.

Sebaliknya, pelatih yang tidak antusias, tidak tegas menerapkan disiplin dan aturan, terlalu permisif dan cenderung apatis juga akan membentuk lingkungan belajar yang kurang baik. Suasana lingkungan pelatihan yang sehat pada lingkup penerap NLBA mestinya akan terbantu oleh rules yang jelas. Ada standar dan norma semacam code of conduct yang disepakati dan ditaati bersama.

Para pelatih NLBA akan mendapatkan seluruh materi pelatihan secara gratis dan boleh dibagikan kepada para murid/ pemain-pemainnya yang tergabung dalam program NLBA.

Setelah peserta berhasil menjalankan program latihan sesuai standar program NLBA, tim manajemen NLBA akan mengirimkan sertifikat kelulusan sesuai dengan rekomendasi nilai yang diberikan oleh para pelatihnya.

Secara garis besar, kisi-kisi program latihan dalam NLBA adalah sebagai berikut:

  1. Stance dan Visi
  2. Steps dan Stop
  3. Slide
  4. Pivot dan Penguatan Footwork
  5. Ball Handling
  6. Dasar Dribel
  7. Get Open dan Pergerakan Tanpa Bola
  8. Dasar Triple Threats
  9. Passing dan Variasinya
  10. Dribel Lanjutan dan Variasinya
  11. Rebounding
  12. Gerak dan Sistem Defense
  13. Drive
  14. Shooting
  15. Center dan Post
  16. Aplikasi Skill dan Membuat Keputusan

Semua materi latihan sesuai menu pada program NLBA telah disusun sedemikan rupa sehingga fleksibel dan bisa disesuaikan dengan situasi pada masing-masing pelatihan langsung. Setiap materi dilengkapi dengan video tutorial yang bisa digunakan baik oleh pelatih atau pemain sehingga bisa memudahkan proses belajar, berlatih dan memungkinkan pengayaan dengan latihan visualisasi/ imagery training yang sangat berguna untuk proses belajar mengajar anak.

Materi untuk pelatihan senantiasa dikembangkan oleh tim NLBA dalam bentuk tulisan di buku, baik hardcopy maupun berformat digital, serta video tutorial.  Tulisan-tulisan tersebut akan dicantumkan di blog LATIHANBASKET.COM dan BASKETBALLNEXTLEVEL.COM serta pada beberapa channel di youtube. Seluruh pelatih kami dorong untuk menulis, membuat video dan sebagainya untuk berbagi cerita, pengalaman dan pengetahuannya agar saling membangun. Bukan hanya untuk konsumsi kalangan NLBA tetapi untuk dinikmati oleh seluruh pecinta basket di tanah air. Bukan hanya para pelatih, para pemain, peserta latih dan bahkan orang tua anak pun kami dorong untuk menulis dan berbagi lewat media yang dikelola oleh manajemen NLBA.

(BERSAMBUNG)

Author: Lukisan Moses

Love to paint, woodworking, song writing resin work and basketball coaching.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s